Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Senyum Sumringah Pedagang PGS, Kini Jualan Mulai Naik 50 Persen, karena Lebaran Tahun Lalu Zonk

Para pemilik toko di Pusat Grosir Solo (PGS) tidak memungkiri terdampak pandemi Covid-19 sehingga pendapatan terjun bebas selama setahun pandemi.

TribunSolo.com/Mardon
ILUSTRASI : PGS yang menjadi pusat penjualan konveksi dan tekstil terbesar di Jateng, Sabtu (11/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Para pemilik toko di Pusat Grosir Solo (PGS) tidak memungkiri terdampak pandemi Covid-19 sehingga pendapatan terjun bebas selama setahun pandemi.

Kondisi tersebut, tak terkecuali dirasakan sebuah toko yang menjual pakaian pernikahan hingga keperluan PKK di PGS.

Itu diungkapkan salah seorang karyawannya, Riyadi Prasojo atau Ridho (31).

"Kalau (sebelum pandemi Covid-19) waktu ramai, paling sedikit bisa meraup Rp 35 juta. Kita itu jualannya grosir dengan variasi harga Rp 50 ribu sampai Rp 200 ribu," ungkap Ridho kepada TribunSolo.com, Jumat (23/4/2021).

Baca juga: Cerita Pedagang PGS Jalani Vaksin Covid-19 : Tidur Tak Nyenyak, Tapi Terima Demi Keselamatan Bersama

Baca juga: Terima Keluhan Pedagang PGS, Penantang Gibran Bandingkan Kondisi saat Era Jokowi Jadi Wali Kota Solo

"Waktu pandemi Covid-19, paling sedikit Rp 5 juta. Turunnya drastis hingga 45 persen," tambahnya.

Turunnya omzet penjualan dikarenakan penurunan pembelian. Yang biasanya 800 hingga 1.000 pieces, kini hanya 300 sampai 400 pieces per harinya.

Bahkan, pemilik toko mau tidak mau melakukan efisiensi jumlah karyawan yang semula 8 orang kini hanya tersisa 3 orang.

Meski begitu, perlahan-lahan itu merangkak naik dengan adanya sejumlah pelonggaran.

Termasuk, soal pelaksanaan hajatan selama pandemi Covid-19.

Halaman
123
Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved