Berita Sragen Terbaru
Keluarga Awak KRI Nanggala Asal Sragen Temui Istri Sertu Bambang : Tunggu Kabar Bersama di Surabaya
Keluarga awak KRI Nanggala-402 terus menunggu kabar pencarian kapal selam tersebut.
Penulis: Fristin Intan Sulistyowati | Editor: Asep Abdullah Rowi
Menurut dia, adiknya itu setelah lulus dari SMA memang bercita-cita jadi tentara.
Bahkan tentara menjadi jiwanya karena sejak kecil bercita-cita di TNI sehingga dia menilai adinya menjadi prajurit sejati.
"Ayahnya dulu sudah menawarkan untuk kuliah tapi ditolak. Dia lebih memilih jadi tentara," katanya.
Baca juga: Sempat Pulang ke Sragen, Keluarga Kaget Dapat Kabar Sertu Bambang Kini Hilang Kontak
Baca juga: Sempat Pulang ke Sragen, Keluarga Kaget Dapat Kabar Sertu Bambang Kini Hilang Kontak
Namun upayanya untuk menjadi anggota TNI AL tidak berjalan mulus.
"Dia tiga kali mendaftar jadi tentara. Pendaftaran yang pertama dan kedua dia enggak diterima."
"Baru di pendaftaran ketiga dia diterima jadi TNI AL," imbuhnya.
4. Dikenal Ramah
Sertu Bambang Prianto yang ada di kapal selam KRI Nanggala-402 di mata tetangganya adalah sosok yang baik.
"Selain baik, dia orangnya juga ramah dan mudah bergaul," kata tetangganya, Yusmanto.
Dia mengaku kaget kala mendengar bahwa tetangganya termasuk dalam awak KRI Nanggala-402 yang hilang kontak di Perairan Bali bagian utara pada Rabu (21/4/2021) kemarin.
"Saya kaget waktu tahu ada kabar itu. Pertama ada beritanya kan rabu, kamis itu baru saya sadar ada warga sini di kapal selam tersebut," ucapnya.
Baca juga: Kisah Sertu Bambang, Awak KRI Nanggala Asal Sragen, Tiga Kali Daftar Tentara Baru Diterima
Baca juga: Berpotensi Timbulkan Kerumunan dan Tularkan Covid-19, MUI Imbau Salat Idul Fitri di Rumah
Dia berharap semua orang yang ada di kapal selam itu segera ditemukan mengingat batas waktu ketersediaan oksigen yang diperkirakan sampai Sabtu (24/4/2021) pagi.
"Kabarnya pasokan oksigen cuma sampai besok, semoga lekas ditemukan," ujar dia.
Lebih-lebih, berdasarkan proses pencarian, KRI-Nanggala diperkirakan ada di kedalaman 600 hingga 800 meter di dasar laut.
"Itu kan dalam sekali. Yang terbaik lah untuk proses evakuasinya," katanya. (*)