Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Sukoharjo Terbaru

Pintu dari Triplek, Ini Rumah Pelajar Sukoharjo yang Terlilit Dugaan Penipuan Jual Beli Album K-Pop

Bapak ALU disebut masih menetap di Lampung sementara sang ibu, ST berada di Desa Mulur, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo.

Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Istimewa
Postingan akun di medsos Twitter Minggu (25/4/2021) pukul 09.02 WIB yang kini viral karena dugaan pemesanan K-Pop. Kini sudah ada 7.907 retweet, 2.152 tweet dan mereka yang menyukai menembus angka 30,1 ribu. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - ALU, pelajar SMP di Sukoharjo yang diduga menipu puluhan pelanggan lewat modus jual beli album K-Pop berasal dari keluarga tidak mampu.

Bapak-ibunya terpisah pulau sejak tiga tahun lalu dan keduanya kini menganggur.

Bapak ALU disebut masih menetap di Lampung sementara sang ibu, ST berada di Desa Mulur, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo.

ST memilih pulang bersama dua anaknya ke rumah orang tuanya karena bapak ALU menjadi pengangguran di tanah rantau.

Rumah yang didiami Sri dan dua anaknya merupakan milik ibunya dengan luasan kurang lebih 70 meter persegi.

"Ini rumah ibu," kata dia kepada TribunSolo.com, Rabu (28/4/2021).

Baca juga: Jeritan Keluarga Siswi Sukoharjo Terduga Penipuan Jual Beli Album K-Pop, Sebagain Sudah Dikembalikan

Baca juga: Kesaksian Ibu Siswi Sukoharjo Terduga Penipuan Jual Beli Album K-Pop : Putri Saya Menipu Buat Apa?

Dari pantauan TribunSolo.com, pintu rumah terbuat dari paduan kayu dan triplek.

Itupun sudah ada yang bolong dan di pilar pintu rumah tertera tulisan 'Tidak Menerima Tamu Maaf'.

Cat-cat dinding rumah penuh coretan dan sudah mengelupas. Lantai beralaskan jubin. Penutup jendela rumah dari triplek.

Kursi tamu tidak ada. Hanya ada sebuah televisi butut tabung 21 inch di rumah itu.

ST mengungkapkan rumah tersebut diisi tiga kepala keluarga, yakni Sri, adik Sri, dan orang tuanya.

Ya, ibunya masih tinggal di rumah itu. Ia menggunakan kursi roda untuk membantu mobilitasnya.

Kondisi kursi rodanyapun memprihatinkan. Bannya sudah tidak terpasang semestinya.

"Total ada 10 orang yang tinggal di sini. Ya, umpel-umpelan," ungkapnya.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved