Breaking News:

Berita Klaten Terbaru

Pilu Mahasiswa IAIN Solo, Sudah Tak Bisa Pulang ke Indramayu, Rekening Bank Miliknya Dibobol Hacker

Pasalnya mahasiswa dari Indramayu Jawa Barat yang bertempat tinggal di Kabupaten Klaten tersebut kehilangan jutaan rupiah akibat ulah hacker.

Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
Abdul Wahid Mahasiswa Semester 6 IAIN Surakarta menunjukkan bukti akun rekening bank miliknya dibobol hacker, Rabu (28/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Nasib apes dialami seorang mahasiswa di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Solo yang mengaku rekening BRI miliknya dibobol hacker.

Dia adalah Abdul Wahid (21), mahasiswa semester 6.

Pasalnya mahasiswa dari Indramayu Jawa Barat yang bertempat tinggal di Kabupaten Klaten tersebut kehilangan jutaan rupiah akibat ulah hacker tersebut.

Dia mengatakan akun rekening BRI miliknya dibobol hacker bermula ia menerima notifikasi melalui pesan surel, Sabtu (24/4/2021) tetapi baru disadari Selasa (27/4/2021).

"Saya mendapatkan notifikasi tersebut Sabtu lalu, namun baru ngehnya kemarin," kata Wahid, kepada TribunSolo.com, Rabu (28/4/2021).

Baca juga: Tak Berkutik, Tiga Pemudik Ini Lemas Dicek Pakai GeNose Hasilnya Reaktif di Terminal Tirtonadi Solo

Baca juga: Presiden Jokowi: Nekat Mudik Lebaran, Kasus Covid-19 di Indonesia Bisa Seperti di India

Lanjut, Wahid mengatakan dalam notifikasi dari BRImo berisi transaksi transfer ke BTPN atas nama Saliman dengan jumlah Rp 8.820.009.

Dia mengaku kaget dengan notifikasi tersebut karena dirinya merasa tidak melakukan transaksi ke akun rekening tersebut.

"Saya baru sadar pada tanggal 24 April itu ada SMS masuk dari BRI-OTP tepatnya pada pukul 01.24, 01.25 dan 02.21 tentang verifikasi login di pesan singkat saya," aku Wahid.

Atas kejadian tersebut, ia mengaku sudah melaporkan dan meminta pihak bank untuk memblokir rekening miliknya.

Kemudian, Wahid mengaku dirinya melapor pihak Polres Klaten tetapi laporan tersebut ditolak.

"Saya juga sudah lapor ke pihak berwajib, namun, kata mereka belum ada bukti-bukti yang kuat untuk menindak lanjuti kasus ini," akunya.

Mahasiswa Papua

Puluhan mahasiswa asal Papua di Kota Solo melakukan malam keakraban (Makrab) di Tawangmangu, Jumat (9/4/2021) malam.

Menurut mahasiwa senior Papua di Solo, Moses, mengungkapan kegiatan ini jadi malam keakraban mahasiwa baru dan lama yang ada di Kota Bengawan. 

Bahkan pihaknya mendapatakan fasilitas kendaraan bus dan penjagaan dari kepolisian selama penyelenggaraan acara di Kabupaten Karanganyar.

"Perhatian yang sangat luar biasa bagi mahasiswa Papua," akunya kepada TribunSolo.com.

Baca juga: Kapolres Sragen Jadikan 10 Siswa SMA Asal Papua Sebagai Anak Asuh, Ternyata Begini Ceritanya

Baca juga: Sambut Pekan Olahraga Nasional 2021 di Papua, UNS Genjot Latihan Atlet

"Perhatian ini sangat penting bagi kami untuk fokus belajar dan bisa membangun papua setelah lulus," ungkap dia.

Wakapolresta Solo, AKBP Deny Heryanto, menyatakan Polresta Solo dan Polda Jawa menfasilitasi kendaraan wisata sebagai bagian dari perannya kepada masyarakat.

"Sebagai orang tua asuh Mahasiswa Papua di Solo, kita fasilitasi kendaraan untuk ke Tawangmangu," ungkapnya.

Deny mengganggap semua warga Indonesia wajib dirangkul dan difasilitasi negara.

"Mereka bagian dari negara kita, wajib dirangkul dan lakukan pengamana sampai lulus kuliah dan bisa membangun tanah Papua," ungkapnya.

Anak Asuh Kapolres

Sebanyak 10 siswa asal Papua sedang menempuh pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Sragen.

Dari 10 siswa Papua ini terdiri dari dua orang perempuan dan delapan orang pria.

Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi menyampaikan, 10 siswa papua tersebut saat ini duduk di kelas 10 sampai kelas 12 SMA.

Baca juga: Sambut Pekan Olahraga Nasional 2021 di Papua, UNS Genjot Latihan Atlet

Baca juga: Penampilan Nikita Willy Liburan ke Papua Dikomentari, Indra Priawan Tanggapi dengan Kata-kata Santai

"Mereka ini memang punya cita-cita belajar di Pulau Jawa," paparnya saat ditemui TribunSolo.com, Selasa (23/2/2021).

Dijelaskannya, mereka bisa bersekolah di Sragen berkat program afirmasi dari Pemerintah Provinsi Papua.

Sebagai bentuk atensi polisi kepada siswa-siswa papua, katanya, mereka dijadikan anak asuh.

"Jadi melalui program orang tua asuh yang kami buat, mulai dari saya sendiri, wakapolres, kabag, dan kasat akan menjadi orang tua asuh mereka," ujarnya.

Baca juga: Berangkat ke Papua Saat Pandemi Corona, 450 Pasukan Yonif 413/Bremoro Tempuh Jalur Laut

Tujuannya untuk membantu mereka bila menemui kesulitan saat tinggal di Sragen.

"Jika mereka punya masalah, kami siap membantu," katanya.

Ia menambahkan, atensi yang diberikan ini berangkat dari pengalamannya ketika ditugaskan di Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Dulu waktu saya dinas di NTT tidak punya banyak kerabat maka saya bisa merasakan perasaan siswa dari Papua yang merantau," imbuhnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved