Breaking News:

Berita Sragen Terbaru

Cerita Pak Beo 29 Tahun Menjual Kue Putu di Sragen, Mulai Jual Pikulan Sampai Bisa Beli Mobil

Pak Beo, sudah 29 tahun setia berjualan kue putu di Sragen Kota. Dari jualan pakai pikulan berkeliling jalan kaki, sekarang sudah bisa beli mobil.

Penulis: Septiana Ayu Lestari
Editor: Aji Bramastra
TribunSolo.com/Septiana Ayu Lestari
Pak Beo, sudah 29 tahun setia berjualan kue putu di Sragen. Dari jualan pakai pikulan keliling, sekarang sudah bisa beli mobil. 

Laporan wartawan TribunSolo.com - Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Kue putu merupakan jajanan khas nusantara yang masih eksis hingga kini.

Rasanya manis ditambah teksturnya yang unik, membuat kue putu selalu dirindukan penikmatnya.

Baca juga: Melegenda, Kisah Penjual Es Kapal Solo, 36 Tahun di Bawah Pohon Beringin Baron, Kini Pindah di Kios

Bahkan, kepopuleran kue puthu mampu menopang hidup Beo, 56 tahun, seorang warga Wonogiri, Jawa Tengah. 

Selepas lulus SMK atau sejak tahun 1992, Beo mulai menekuni berjualan kue yang terkenal mengeluarkan bunyi bersiul yang khas saat dibuat tersebut. 

"Awal jualannya dipikul, terus pakai gerobak dorong, terus pakai sepeda onthel, dan terakhir pakai sepeda motor ini," katanya kepada TribunSolo.com, Jumat (14/05/2021).

Dalam kesehariannya, Beo menjajakan kue puthu dengan berkeliling di sekitar Sragen Kota. 

"Biasanya mangkal di Sragen kota, tapi enakan keliling, biasanya Sabtu Minggu, mangkal di sekitar Saradan, Karangmalang," ujarnya. 

Meski termasuk kue tradisional, kue puthu masih dinikmati semua kalangan, mulai dari orang tua hingga anak muda. 

"Iya masih pada suka, baik tua muda, karena nggak ada efek samping, termasuk makanan sehat, jajanan sehat sejak jaman dulu," kata dia. 

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved