Berita Klaten Terbaru
Merananya Terminal Ir Soekarno Klaten Tak Ada Arus Mudik & Balik Lebaran, Penjual Tiket Pun Menjerit
Pemerintah tetap memperketat perjalanan usai libur lebaran mulai 18 Mei hingga 24 Mei mendatang.
Penulis: Rahmat Jiwandono | Editor: Asep Abdullah Rowi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Rahmat Jiwandono
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Larangan mudik telah berakhir pada 17 Mei 2021.
Namun pemerintah tetap memperketat perjalanan usai libur lebaran mulai 18 Mei hingga 24 Mei mendatang.
Hal ini berdampak pada jumlah penumpang yang akan kembali ke perantauan.
Di antaranya di Terminal Tipe A Ir Soekarno, Kelurahan Buntalan, Kecamatan Klaten Tengah, Klaten.
Dari pengamatan TribunSolo.com, ruang tunggu penumpang dan loket penjualan tiket dalam kondisi sepi.
Seorang penjual tiket, Paryoto menuturkan, selama enam hari setelah lebaran orang yang membeli tiket sangat sedikit.
Baca juga: Heboh Petugas Berbaju Hazmat, Jemput 16 Pasien Covid-19 di Sumber Solo & Dibawa ke Asrama Donohudan
Baca juga: Motif Tersangka Pembuat Balon Udara yang Meledak di Klaten: Meriahkan Hari Raya Idul Fitri
Terlebih biasanya kala belum ada Corona, saat ini adalah masa arus balik Lebaran.
"Sedikit sekali orang yang beli tiket setelah lebaran," ujarnya kepada TribunSolo.com, Rabu (19/5/2021).
Menurut dia, penyebab terjadinya penurunan penumpang karena adanya larangan mudik.
"Aturan itu sangat berdampak sehingga masyarakat memilih untuk tidak mudik," terangnya.
Sebelum terjadi pandemi Covid-19, lanjutnya, tiket bus sudah ludes terjual sebelum hari raya lebaran.
"Setelah ada pandemi ini, kami sangat merasakan dampaknya. Penghasilan sangat kecil, gimana bisa kasih makan anak dan istri," ujarnya.
Penyekatan di Klaten
Penyekatan kembali digelar petugas gabungan polisi, Satpol PP, dan TNI Kabupaten Klaten di perbatasan Yogyakarta – Klaten, Kecamatan Prambanan, Sabtu (15/5/2021).
Penyekatan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi arus balik lebaran dengan menyasar kendaran berplat luar kota.
"Jadi untuk kendaraan yang berasal dari Jakarta, Jawa Timur dan Jawa Barat kami suruh putar balik," kata Kasatlantas Polres Klaten, AKP Abipraya Guntur Sulatiasto kepada TribunSolo.com.
Sejauh ini, sambung Abipraya, sudah ada total 649 kendaraan yang diputarbalik.
"Untuk jumlah kendaraan yang telah kami periksa mencapai 3.124 kendaraan," papar dia.
Baca juga: Hendak Ke Solo, Pengendara Motor Ini Sebut Tak Ada Penyekatan : Purworejo – Klaten Tidak Dicegat
Baca juga: Arus Balik Lebaran, Tidak Ada Penyekatan di Perbatasan Jogja-Klaten, Pemudik Bebas Melenggang ?
Lebih lanjut ia menjelaskan, pengendara yang menggunakan kendaraan berpelat dari luar wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Solo Raya akan dicek kelengkapan dokumen perjalanannya.
"Kami mengecek KTP, surat tugas, Surat Izin Keterangan Mudik (SIKM), dan surat hasil test rapid antigen atau Genose," katanya.
Selain itu, pihaknya menyediakan tes Genose dan rapid test antigen untuk pemudik yang terjaring dalam penyekatan arus balik.
"Sampai saat ini pemudik yang telah menjalani rapid test antigen atau tes Genose di Pospam Prambanan ada 280 orang." ucap Abipraya.
"Hasilnya tidak ada yang reaktif atau positif Covid-19," imbuhnya.
Kata dia, apabila ada pemudik yang menunjukkan hasil reaktif maupun terkonfirmasi Covid-19 akan diminta putar balik atau dibawa ke rumah sakit terdekat guna diisolasi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/terminal-tipe-a-ir-soekarno-klaten-sepi-penumpang-di-tengah-masi.jpg)