Breaking News:

Mereka Diasingkan, Ditahan dan Menerima Stigma Karena Hidup Sebagai Mantan Tahanan Politik

Kadmi adalah salah satu saksi yang mengalami ketidakadilan dari kondisi politik 1965. Karena dianggap memiliki kaitan dengan Partai Komunis.

istimewa
Film You and I garapan Yulia Evina Bhara, Tazia Teresa Darryanto dan Fanny Chotimah 

TRIBUNSOLO.COM - Kondisi politik 1965 membuat sebagian orang harus menerima nasib yang kurang beruntung. Jutaan orang ditahan tanpa melewati proses pengadilan.

Seperti apa kisah mereka yang pernah merasakan pahitnya sejarah kala itu? Berikut 5 kisah dari para mantan tahanan politik masa itu.

Baca juga: 5 Fakta You and I, Film Persahabatan Luar Biasa, di Tengah Ironi Kehidupan yang Tidak Adil

Baca juga: 5 Alasan Harus Menonton You and I, Film yang Ajak Penonton untuk Memahami Sejarah Bangsa

Ditahan bersama ayah

Kadmi adalah salah satu saksi yang mengalami ketidakadilan dari kondisi politik 1965. Karena dianggap memiliki kaitan dengan Partai Komunis, ia dan ayahnya sempat ditahan.

Meski akhirnya dibebaskan, tetapi ia mendapat stigma buruk sebagai mantan tahanan politik. Di mana ia merasa tidak ada lagi orang yang peduli dengannya.

Bahkan setelah bertahun-tahun berlalu, seperti yang tertulis di Tirto.id, adik Kadmi harus menunjukkan surat pembebasan sang ayah sebagai syarat sebelum menjalani ikatan dinas menjadi guru.

Diasingkan di Pulau Buru

Kali ini kisah mantan tahanan politik lain berasal dari seseorang bernama Kodri. Di mana ia juga diduga terkait dengan PKI dan akhirnya harus dibuang ke Pulau Buru.

Sama seperti Kadmi, ia pun mendapat stigma kurang baik sebagai eks tahanan politik. Meski akhirnya bebas dan bisa kembali, tetapi stigma buruh terus menghantuinya. Kisah Kodri pun sempat diangkat menjadi sebuah film fiksi pendek berjudul Buru.

Satu unit pengasingan dengan Pramoedya Ananta Toer

Halaman
12
Editor: Eka Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved