Berita Solo Terbaru

Melihat Koleksi 1.253 Kain Batik di Museum Batik Danar Hadi Solo, Sudah Ada Sejak 1967

Museum Batik Danar Hadi Solo adalah surganya para pecinta batik, sebab disana ada ribuan jenis dan motif kain batik. 

Penulis: Fristin Intan Sulistyowati | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Fristin Intan Sulistyowati
Penampakan Kain Batik di Museum Batik Danar Hadi Solo, Kamis (27/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Fristin Intan Sulistyowati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Museum Batik Danar Hadi Solo adalah surganya para pecinta batik, sebab disana ada ribuan jenis dan motif kain batik. 

Batik yang disimpan juga bukan khas Solo saja, namun ada dari berbagai daerah lainnya.

Ada kain batik peninggalan Keraton Solo, Keraton Yogyakarta, Puro Mangkunegaran, hingga batik peninggalan zaman kolonial Belanda.

Baca juga: Tokoh Asal Solo Jadi Google Doodle Hari Ini, Ternyata K.R.T. Hardjonagoro Si Pelopor Batik Indonesia

Baca juga: Penampilan Selvi Ananda Pakai Batik Merah Maroon, Masak Takoyaki Bersama Ibu-Ibu PKK Solo

Museum yang terletak di Jalan Slamet Riyadi, Nomor 261, Laweyan, Solo ini juga banyak menyimpan cerita.

Diketahui, Museum Batik Danar Hadi adalah museum pribadi milik pengusaha batik asal Kota Solo, H. Santosa Doellah.

Museum ini dibuka setiap hari mulai pukul 09.00 wib hingga 16.30 WIB.

Untuk masuk ke museum, pengunjung hanya perlu membayar tiket sebesar Rp 35.000 untuk umum dan Rp 15.000 untuk pelajar/mahasiswa. 

Baca juga: Pembatik Tuna Rungu Solo Buat Batik Corona : Padukan Kawung dan Parang, Harga Rp 1,2 Juta

Pengujung akan dipandu oleh guide untuk menjelaskan seluk beluk dari museum tersebut.

Manajer Batik Danar Hadi, Asti Suryo Astuti menjelaskan, para pengunjung bisa belajar soal sejarah dan makna batik.

"Seperti halnya motif batik kawung, kalau di Yogja untuk bangsawan sedangkan kalau di Solo untuk Abdi Dalem, jadi beda makna pemakaian di setiap daerah," jelasnya kepada TribunSolo.com pada Kamis (27/5/2021).

Baca juga: Kenakan Batik, Bagyo Nyoblos Bersama Anak dan Istri di TPS 8 Penumping

Para pengunjung juga dapat melihat proses pembuatan batik, bahkan bisa mengikuti workshop pembuatan batik secara langsung.

Selain itu, para pengunjung juga dapat membedakan batik asli dengan kain motif batik dari hasil printing yang selama ini diproduksi oleh pabrik.

"Ada perbedaan kalau kain motif batik printing itu, jika kainnya dibalik maka kain sebaliknya itu berwarna putih polos. Beda dengan batik asli yang melalui banyak proses seperti nyanting, ngecap, pewarnaan, pengikatan warna, yang menjadikan kain tersebut warnanya sama dengan warna yang di depannya,” jelasnya.

Jadi Google Doodle

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved