Berita Solo Terbaru

Jadwal KRL Solo-Yogyakarta Kembali Normal, Sehari Ada 27 Perjalanan

PT KAI memberangkatkan 27 perjalanan kereta KRL Solo-Yogyakarta setiap harinya, untuk mengangkut ribuan penumpang.

Tayang:
Penulis: Azfar Muhammad | Editor: Agil Trisetiawan
TribunSolo.com/Adi Surya
Suasana penumpang KRL Yogyakarta - Solo di Stasiun Solo Balapan, Minggu (14/2/2021) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Azhfar Muhammad Robbani

TRIBUNSOLO.COM,SOLO - Perjalanan KRL Solo-Yogyakarta kembali normal sejak mudik lebaran 2021.

Kini, sekitar 9 ribu orang melakukan perjalanan dengan KRL Solo-Yogyakarta setiap harinya.

Angka ini jauh lebih tinggi sejak pemberlakuan masa mudik beberapa waktu lalu.

Vice President Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba mengatakan pada masa mudik lebaran 2021, hanya dioperasikan 20 perjalanan kereta api KRL saja.

“Perhari ini, sebanyak 27 Perjalanan diberangkatkan. Kembali dioperasikan dengan normal,” kata Anne kepada TribunSolo.com, Sabtu (29/5/2021).

Baca juga: Dukung Pariwisata Solo Raya, Favehotel Solo Gelar Famtrip dan Kunjungi Tempat Wisata di Solo Raya

Baca juga: Nasib Warga Nusukan Solo : Juni Rel Layang Joglo Dimulai, Tapi hingga Kini Belum Ada Ganti Rugi

Baca juga: Pemkot Solo Kekeh Mempertahankan Tanah Sengketa Sriwedari, Ini Kata Kuasa Hukum Ahli Waris

Baca juga: Viral, Harga Pecel Lele di Yogyakarta Hingga Rp 37 Ribu, di Solo Hanya Rp 10 Ribu

Menurutnya, pihak PT. KCI mencatat antusias para pengguna di Solo hampir sama seperti di kawasan Jabodetabek.

“Ya antusisas pengguna KRL di akhir pekan memang selalu banyak. Kemarin pun saat libur puasa KRL perjalanan aglomerasi tetap diijinkan” katanya.

“Dari evaluasi pengguna KRL di bulan ramadan kemarin sebanyak 121.417 orang kami layani,” ujarnya.

Ditambahkan oleh Kepala Stasiun Solo Balapan, Suharyanto dilihat dari penjualan kartu multi trip (KMT) selama Lebaran untuk rute tersebut hampir mencapai 8.000 lembar.

“Hal tersebut artinya masyarakat antusias melakukan perjalanan dengan menggunakan KRL,” kata Suharyanto kepada TribunSolo.com, Jumat (28/5/2021).

“Karena tingginya permintaan tersebut, rangkaian KRL yang awalnya hanya terdiri dari stamformasi (SF) empat kereta, untuk saat ini ditambah menjadi delapan/rangkaian,” paparnya.

Meskipun adanya okupansi penumpang yang terus meningkat pihak KCI memastikan bisa menjamin protokol kesehatan.

“Isi nya kita batasi, 74 orang per kereta, dan ada sistem kuota,” ujar Anne.

“Tidak bisa semuanya naik, menunggu krl selanjutnya,” tambahnya.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved