Breaking News:

Berita Boyolali Terbaru

Juli 2021, Ratusan Sekolah di Boyolali Optimis Gelar PTM, Dinas Pendidikan : Kesehatan Prioritas 

Pemerintah Kabupaten Boyolali optimis menyelenggarakan pendidikan tatap muka (PTM) untuk tingkatan SD dan SMP pada Juli 2021.

Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Adi Surya Samodra
TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
Siswa-Siswi SMPN 2 Boyolali mengikuti Pendidikan Tatap Muka di Sekolahnya. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Pemerintah Kabupaten Boyolali optimis menyelenggarakan pendidikan tatap muka (PTM) untuk tingkatan SD dan SMP pada Juli 2021. Itu akan diikuti ratusan sekolah. 

Terlebih, pelaksanaan simulasi PTM selama berjalan dengan baik dan aman. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali, Darmanto.  

"Kami telah melakukan simulasi PTN untuk jenjang SD dan SMP, dan dari evaluasi kami, tahun ajaran Juni nanti, bisa dilakukan PTM," ucap Darmanto kepada TribunSolo.com, Minggu (30/5/2021).

Darmanto menyebut sebanyak 552 dari total 579 sekolah dasar di Kabupaten Boyolali sudah menyelenggarakan simulasi PTM. 

Sementara untuk jenjang SMP ada 98 sekolah. Itu terdiri dari 52 SMP negeri dan 46 SMP swasta.

Baca juga: Jalan Bersamaan, Dinas Pendidikan Jamin Persiapan PTM Tak Ganggu Pelaksanaan PPDB di Solo

Baca juga: Buntut Guru di Sragen Meninggal Terpapar Covid-19, Pembelajaran Tatap Muka TK dan PAUD Dihentikan

"Sehingga 680 sekolah tersebut telah menggelar ujian sekolah (US) luring pada akhir April lalu, sekaligus mengikuti simulasi PTM sebagai pengenalan dan pembiasaan pola perilaku baru sesuai prokes, saat ini PTM di sekolah hanya tiga jam saja," papar Darmanto.

Darmanto mengingatkan siswa ataupun guru yang merasa sakit atau demam untuk mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) serta tidak boleh datang ke sekolah. 

Selain itu, sekolah juga harus melaporkan hasil PTM ke Disdikbud dan selalu berkoordinasi dengan jogo tonggo setempat. 

"Ada dua prinsip yang saya pegang, pertama, kesehatan dan keselamatan siswa serta tenaga pendidik (Tendik), kedua tumbuh kembang anak agar bisa berkembang sesuai perkembangannya. Kesehatan dan pengelolaan pendidikan tetap menjadi prioritas," ucap dia.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved