Berita Boyolali Terbaru

Kisah Tukang Tambal Ban Asal Boyolali, Nabung untuk Haji dari Tahun 1998, Kini Batal karena Pandemi

Seorang pria berprofesi sebagai tambal ban asal Nepen, Teras Boyolali terpaksa menunda keberangkatan haji di tahun 2021.

Tribunsolo.com/Mardon Widiyanto
Anantono bin Mangun Sujud (51) dan istrinya Sarmi Handayani (47) yang merupakan warga Dukuh Kembangsari RT 2, RW 1 Desa Nepen, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali menjadi calon haji, Jumat (4/6/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Seorang pria berprofesi sebagai tambal ban asal Nepen, Teras Boyolali terpaksa menunda keberangkatan haji di tahun 2021.

Pasalnya, Kementerian Agama mengumumkan kebijakan terkait pembatalan pemberangkatan jamaah haji Indonesia di tahun ini.

Baca juga: Ibadah Haji 2021 Dibatalkan, 753 Jemaah di Boyolali Batal Berangkat Meski Sudah Daftar 9 Tahun Lalu

Pria tersebut bernama Anantono (51), Warga Dukuh Kembangsari, Nepen RT 2, RW 1 Teras Boyolali.

Pria yang biasa disapa Tono mengatakan awalnya dirinya dan sang istri, Sarmi Handayani (47) sudah mempunyai rencana untuk berangkat ke tanah suci sejak 1998.

"Awalnya di tahun 1998, saya dan istri berkeinginan untuk naik haji, saat itu saya masih bekerja supir truk di pelabuhan," kata Tono, saat ditemui TribunSolo.com dirumahnya, Jum'at (4/6/2021).

Tono menceritakan pada tahun 2002 dia pulang ke Boyolali dan bekerja sebagai tukang tambal ban di Pasar Nepen, Desa Nepen, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali.

Penghasilan dari pekerjaan dirinya sebagai supir hingga tukang tambal ban ia tabung untuk bisa naik haji.

"Namun, tahun 2009 saya dan istri mengalami kecelakaan yang membuat salah satu kaki istri saya patah tulang," ujar Tono.

Baca juga: Jemaah Haji Indonesia 2021 Batal Diberangkatkan, Inilah 11 Negara yang Boleh Masuk Arab Saudi

Tono mengatakan, pasca kecelakaan itu, istrinya harus menjalani operasi pemasangan pen pada tulang kakinya.

Hal ini membuat, Tono tak berani membawa istrinya, dan dirinya mendaftarkan dirinya untuk naik haji di tahun 2010.

"10 tahun kemudian, Alhamdulillah saya dipanggil untuk melakukan manasik dan persiapan untuk berangkat haji," kata Tono.

Meski dirinya sudah dipanggil untuk mempersiapkan naik haji, namun keberangkatannya ditunda karena pandemi Covid-19 memasuki Indonesia.

Penundaan dirinya untuk berangkat naik haji kembali terulang di tahun 2021, karena Kemenag RI kembali menunda pemberkatan Haji dari Indonesia.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved