Berita Boyolali Terbaru

Sosok Tukang Tambal Ban Boyolali yang Batal ke Mekkah karena Haji Ditunda : Rajin Datangi Pengajian

Di balik batalnya pelaksanaan ibadah haji kembali, tak membuat Anantono bin Mangun Sujud (51) bersedih.

Tribunsolo.com/Mardon Widiyanto
Calon haji, Anantono menambal ban di rumahnya di Dukuh Kembangsari RT 2, RW 1 Desa Nepen, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, Jumat (4/6/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Di balik batalnya pelaksanaan ibadah haji kembali, tak membuat Anantono bin Mangun Sujud (51) bersedih.

Dia adalah tukang tambal ban asal Kabupaten Boyolali yang seharusnya akan menunaikan rukun Islam ke lima.

Selain ketekunan mengumpulkan uang atau menabung, warga Dukuh Kembangsari RT 2, RW 1 Desa Nepen, Kecamatan Teras itu juga taat beribadah.

Anantono bin Mangun Sujud (51) dan istrinya Sarmi Handayani (47) yang merupakan warga Dukuh Kembangsari RT 2, RW 1 Desa Nepen, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali menjadi calon haji, Jumat (4/6/2021).
Anantono bin Mangun Sujud (51) dan istrinya Sarmi Handayani (47) yang merupakan warga Dukuh Kembangsari RT 2, RW 1 Desa Nepen, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali menjadi calon haji, Jumat (4/6/2021). (Tribunsolo.com/Mardon Widiyanto)

Baca juga: Kisah Tukang Tambal Ban Asal Boyolali, Nabung untuk Haji dari Tahun 1998, Kini Batal karena Pandemi

Baca juga: Ibadah Haji 2021 Dibatalkan, 753 Jemaah di Boyolali Batal Berangkat Meski Sudah Daftar 9 Tahun Lalu

Disela-sela kesibukan membuka tambal ban, dirinya ternyata rajin mengikuti pengajian.

Dia menilai ditundanya haji karena Corona oleh Kementerian Agama (Kemenag) meniadakan haji 2021 tidak menjadi masalah.

"Meskipun ditunda, saya tetap bersyukur karena saya masih bisa mencari modal berupa taqwa kepada Allah SWT," jelas dia kepada TribunSolo.com di rumahnya, Jumat (4/6/2021).

"Karena taqwa berasal dari hati," tuturnya sangat yakin.

Maklum, ilmu agama dia asah terus menerus melalui pengajian yang diikuti selama tak ada kesibukan menambal ban.

"Ya pengajian kalau libur kerja," aku dia.

Perjalanan Tak Mudah

Adapun perjalanan untuk menuju Mekkah Al Mukaromah tidak mudah.

"Keinginan naik haji mulai nabung 1998, saat itu masih sopir truk pelabuhan," kata dia.

Ternyata keinginan lama-kelamaan terealisasi saat 2002 ia berhenti dari sopir truk kemudian banting setir menjadi tukang tambal ban.

Nah selama bertahun-tahun ia menabung untuk naik haji, ada rintangan ternyata tahun 2009 isterinya mengalami kecelakaan, sehingga menunda pendaftaran pada 2010.

Lantas dia pun mendaftarkan diri tanpa istrinya Sarmi Handayani (47).

"Istri harus menjalani operasi pemasangan pen pada tulang kakinya," aku dia.

Selama jadi tukang tambal ban, Pak Tono sapaan akrabnya paling tidak dia bisa menabung untuk melunasi dana haji antara Rp 20.000-Rp 50.000 per hari.

Dia menabung sudah belasan tahun lamanya.

"Penghasilan dari pekerjaan dirinya sebagai supir hingga tukang tambal ban ia tabung untuk bisa naik haji," aku dia.

"10 tahun kemudian, Alhamdulillah saya dipanggil untuk melakukan manasik dan persiapan untuk berangkat haji," kata dia.

Tepatnya pada 2020 harusnya Tono dan Sarmi menginjakkan kaki ke Tanah Suci Madinah dan Mekkah, tetapi terhalang oleh pandemi Corona.

Meski dirinya sudah dipanggil untuk mempersiapkan diri yakni manasik.

Baca juga: Jemaah Haji Indonesia 2021 Batal Diberangkatkan, Inilah 11 Negara yang Boleh Masuk Arab Saudi

Baca juga: Nasib Biro Haji dan Umrah di Sukoharjo, Keberangkatan Haji 2021 Batal: Orderan Turun

"Ditunda karena pandemi Covid-19 memasuki Indonesia," aku dia.

Nasib yang sama enundaan untuk berangkat naik haji kembali terulang di tahun 2021, padahal tinggal di depan mata karena keputusan Kemenag RI.

Kisah dari Solo

Pemerintah mengumumkan bahwa Pelaksanaan ibadah haji Indonesia 2021 batal. 

Akibatnya, kabar ini membuat banyak jemaah yang merasa kecewa.

Satu diantaranya adalah Sutini Jamhari (61) warga Sumber Rt 06 Rw 01, Bajarsari, Solo.

Baca juga: Curhat Calon Jemaah Batal Naik Haji 2021: Ada Firasat, Padahal 10 Tahun Selalu Nabung Rp1,5 Juta

Baca juga: Menag Umumkan Pemerintah Resmi Batalkan Pemberangkatan Calon Jemaah Haji 2021

Sebelum berangkat haji ini, dia sudah 9 tahun menabung mulai dari tahun 2002 sampai 2011.

Sementara, rencana keberangkatan sebenarnya pada tahun 2020 lalu. Namun, batal lantaran pandemi corona.

Tak disangka, ternyata tahun 2021 ini dirinya juga batal untuk naik haji lagi.

Sutini mengatakan, dirinya sudah lama menunggu untuk naik haji ini.

Baca juga: Warga Solo Positif Corona Dilarang Isolasi Mandiri di Rumah,Wajib Karantina di Asrama Haji Donohudan

Dia mengaku pasrah dengan kondisi saat ini.

"Karena berangkat haji panggilan Allah ya berarti saat ini belum ada kesempatan jadi yang bersabar dan di iklaskan saja," tegasnya. 

Sutini sendiri mendapat kabar batalnya haji 2021 dari grup WA bersama jemaah lain.

"Kami saling menguatkan sesama jemaah," papar dia.

Ucapan saling menguatkan tersebut dilakukan agar sesama jemaah tidak terlalu kecewa.

Baca juga: Karyawan Solo Grand Mall Asal Sragen Positif Covid-19, Kini Karantina di Asrama Haji Donohudan

"Saya sebenarnya berangkat sama suami, tapi 2019 suami meninggal, ini digantikan anak saya," kata dia.

Selama menunggu naik haji ini, dirinya banyak berolahraga ringan dan menghafalkan doa-doa.

Dia juga berjualan makanan di warung miliknya.

"Saya pensiunan Guru Sekolah Dasar (SD)," kata dia. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved