Breaking News:

Berita Boyolali Terbaru

Pasien Covid-19 Asal Kudus Dirujuk ke Asrama Haji Donohudan, Dijaga Ketat Hingga Tiga Lapis

Puluhan pasien Covid-19 orang tanpa gejala (OTG) atau asimtomatik asal Kudus, Jawa Tengah dibawa ke Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali.

TRIBUNSOLO.COM/ ILHAM OKTAFIAN
Asrama Haji Donohudan, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Fristin Intan Sulistyowati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Puluhan pasien Covid-19 orang tanpa gejala (OTG) atau asimtomatik asal Kudus, Jawa Tengah dibawa ke Asrama Haji Donohudan, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Minggu (6/6/2021).

Mereka dibawa di lokasi tersebut untuk melakukan isolasi mandiri dan ditempatkan di dua blok dan dilakukan pengamanan secara ketat.

Dandim 0724/Boyolali, Letkol (Inf) Aris Prasetyo, mengatakan berdasar informasi awal yang didapatkannya, ada sebanyak 90 pasien OTG asal Kudus direncanakan datang pada malam hari.

"Pasien OTG asal Kudus ini akan ditampung di bangsal Mekkah, tiap kamar 8 orang dengan blok A 64 dan blok B 64," jelasnya kepada TribunSolo.com, Minggu (6/6/2021).

Terkait standard pengamanan, Aris mengungkapkan akan dibagi menjadi tiga ring keamanaan dengan pelibatan personel gabungan TNI - Polri.

"TNI-Polri akan mengamankan ring 3 dengan SOP-nya akan berbeda dengan ring 2 dan 1. Untuk ring 2 akan dijaga tenaga kesehatan (nakes) dan relawan. Sedangkan ring 1 akan dijaga ketat oleh nakes dengan APD lengkap," jelasnya. 

Baca juga: Dalam Sehari Ada 32 Orang Meninggal Usai Terpapar Covid-19 di Kudus, BPBD Siapkan Petugas Tambahan

Baca juga: Akibat Covid 19 Melonjak Tajam, Kabupaten Kudus Dibanjiri Disinfektan Oleh Water Cannon

Dari pantauan TribunSolo.com, TNI-Polri mulai berjaga dipintu depan Asrama Haji sejak pukul 14.00 WIB. Pihak kepolisan mengerahkan 21 petugas, dibagi menjadi tiga shift. Satu shift nantinya akan disiagakan 7 personel.

Selain itu, polisi juga memasang police line di sekitar aula Asrama Haji Donohudan.

"Kami juga meminta bantuan dari Satpol PP. Pada prinsipnya kami siap untuk menjaga isolasi pasien OTG dari Kudus," jelasnya.

Pasien OTG dari Kudus ini akan di kumpulkan di aula untuk melakukan screening pemeriksaan dan pembagian lokasi isolasi serta penyemprot disenfektan. 

Kapolres Boyolali AKBP Morry Ermond mengatakan bagi keluarga yang dirawati di sini diharapkan mematuhi standar keamanan yang diterapkan.

"Bila ada tamu dari keluarga akan ditanya keperluan, dan dicek oleh petugas. Batas penjemputan pasien maksimal hanya di ring 2," katanya.

Puluhan Meninggal

Sebelumnya, kasus penambahan Covid-19 di Kabupaten Kudus melonjak drastis pasca Idul Fitri. 

Sebagai dampaknya, orang yang meninggal dunia usai terpapar Covid-19 dalam satu hari bisa mencapai puluhan. 

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kudus, Budi Waluyo menuturkan, jumlah pemakaman jenazah dengan protokol kesehatan Covid-19 di Kudus adalah yang tertinggi. 

"Kemarin ada 32 jenazah dimakamkan dalam satu hari dari beberapa rumah sakit. 28 jenazah kami tangani, sementara sisanya ditangani NU dan Muhammadiyah," paparnya, Rabu (2/6/2021). 

Dijelaskan Budi, intensitas pemakaman jenazah dengan prokes Covid-19 diketahui mulai meningkat sejak 18 Mei 2021 atau beberapa hari usai lebaran.

"Biasanya satu dan maksimal dua jenazah, namun sejak tanggal 18 mulai 4 jenazah dan berturut turut hingga empat hari," ungkap Budi.

Baca juga: Viral Bupat Alor Marah kepada Risma Bikin PDIP Cabut Dukungan, Amon Djobo Salahkan Pengunggah Video

Baca juga: Euforia Bikin Derita Bikin Covid-19 di Boyolali Meledak, Imbas Nekat Halal Bi Halal Meski Dilarang

Pemakaman jenazah dengan prokes Covid-19 lebih dari satu tidak bisa langsung ditangani serentak akibat keterbatasan jumlah petugas pemakaman BPBD Kudus. 

Terlebih lagi dengan melonjaknya jumlah kematian yang memicu "waiting list" atau antrian pemakaman setiap jenazah.

"Jadi waiting list, karena setiap pemakaman jenazah dengan prokes Covid-19 butuh waktu satu jam. Sedangkan tim pemakaman jumlahnya 20 orang yang dibagi shift pagi dan malam. Setiap tim berjumlah 10 orang menangani satu pemakaman jenazah Covid-19," jelas Budi.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, BPBD Kabupaten Kudus berencana menambah jumlah petugas pemakaman Covid-19.

Selain itu, tim BPBD Kudus juga akan menggagas pembentukan relawan pemakaman jenazah Covid-19 di tingkat desa.

"Tentunya untuk efesien waktu atau mempersingkat sekaligus mempermudah pemakaman jenazah Covid-19. Dari yang semula satu jam bisa lebih singkat menjadi hitungan menit," jelas Budi.

Sementara itu, berdasarkan data BPBD Kudus, hingga Rabu (2/6/2021) malam tercatat ada 25 jenazah yang harus dimakamkan dengan prokes Covid-19.

"Hingga jam 7 malam sudah terlaksana 19 pemakaman dibantu dari pihak NU dan Muhammadiyah. Untuk sisanya akan dimakamkan bertahap hingga tengah malam ini," jelasnya.

Untuk diketahui, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah kembali dinyatakan masuk zona merah penyebaran Covid-19 baru-baru ini pasca-Idul Fitri 2021.

Berdasarkan data dari tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kudus hingga Senin (31/5/2021), jumlah pasien positif Covid-19 yang dirawat di rumah sakit sebanyak 298 orang dan 972 orang positif Covid-19 menjalani isolasi mandiri.

Adapun hingga saat ini tercatat jumlah total pasien positif Covid-19 yang sembuh yaitu 5712 orang dan 626 orang meninggal dunia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Waiting List Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di Kudus, Sehari Ada Puluhan Orang Dimakamkan"

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved