Berita Karanganyar Terbaru
Kebakaran Lahap Dua Rumah Berdempetan di Karanganyar, Satu Ludes dan Satunya Tersisa Separuh
Kebakaran di Malam Jumat di Karanganyar membuat dua rumah hangus dan hanya menyisakan separuhnya saja
Penulis: Fristin Intan Sulistyowati | Editor: Muhammad Irfan Al Amin
Bhabinkamtibmas Polsek Jaten, Aipda Ari Wardyanto mengatakan, benar terjadi kebakaran tersebut.
“Ya benar ada kebakaran, itu diduga karena korsleting listrik,” kata Aipda Ari kepada TribunSolo.com, Kamis (10/6/2021).
Baca juga: Waspada Kebakaran Hutan, Pendaki Gunung Lawu Dilarang Membawa Korek Selama Musim Kemarau
Baca juga: Akhir Kisah Tri, Si Tulang Punggung Keluarga yang Meninggal Akibat Kebakaran Gudang Tiner di Sragen
Dia mengatakan, sumber api berasal dari rumah warga sekitar.
Saat ini proses penjinakan api masih dilakukan.
“Saat ini tim damkar masih berupa untuk memadamkan api,” tandasnya.
Waspada Kebakaran Hutan
Memasuki musim kemarau tahun 2021, Perhutani Surakarta mulai mengantisipasi potensi terjadinya kebakaran di hutan Gunung Lawu.
Salah satu upaya pengendalian adalah dengan melarang para pendaki untuk membawa korek saat mendaki ke puncak Gunung Lawu.
Hal itu dikhawatirkan menjadi pemicu bagi terjadinya kebakaran di musim kemarau ini.
Baca juga: Harga dan Fasilitas The Lawu Park Tawangmangu, Ada Penginapan Seperti Rumah Hobbit
Baca juga: Ada 215 Pendaki Gunung Lawu Sampai Minggu Kemarin, Ternyata Tidak Semua Naik Sampai Puncak, Kenapa?
Demi mencegah kemungkinan terburuk tersebut, Sugi Purwanta selaku ADM KPH Surakarta akan menempatkan petugasnya di setiap pos pendakian.
"Kami akan mengedukasi setiap pendaki untuk selalu waspada dan agar tidak membawa korek bila hendak ke puncak," katanya pada Senin (31/5/2021).
Sugi juga memberikan opsi bilamana ada pendaki yang hendak menyalakan api unggun, agar mengajukan ijin kepada petugas yang berjaga.
"Kami akan mengarahkan area mana saja yang bisa digunakan sebagai api unggun," terangnya.
Baca juga: Pendaki Gunung Lawu asal Demak Digendong TIM SAR Saat Turun, Alami Hal ini Saat di Puncak
Dirinya menjelaskan bahwa angka kebakaran hutan di Gunung Lawu, sebagian besar disebabkan oleh ulah manusia baik sengaja maupun tidak.
"Kalau penyebab alam sangat kecil, seperti panas ranting atau sejenisnya, namun keteledoran manusia seperti lupa mematikan api unggun atau membakar sampah menjadi biang keladi kebakaran hutan," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/kebakaran-dua-rumah-di-dusun-banaran.jpg)