Berita Sragen Terbaru

Muncul Klaster Lamaran di Sragen, Warga Dilarang Melakukan Isolasi Mandiri di Rumah

Technopark di Kabupaten Sragen dijadikan pusat untuk penanganan Covid-19. Warga dilarang isolasi di rumah.

Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Rahmat Jiwandono
TribunSolo.com/Rahmat Jiwandono
Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi menunjukkan kartu nama yang berisi nomor Whatsapp Centre, Senin (8/2/2021). 

"Iya benar, 12 warga Desa Brangkal dinyatakan positif Covid-19," ungkapnya kepada TribunSolo.com, Rabu (9/6/2021).

Dari 12 warga, 1 di antaranya bergejala dan kini telah dirawat di rumah sakit rujukan covid-19.

"Untuk 1 warga ada yang bergejala, sedangkan sisanya OTG isolasi mandiri di Technopark," tambahnya.

Nekat Bawa Pulang Jenazah

Sebelumnya, warga Desa Brangkal, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen nekat membawa pulang jenazah pasien Covid-19 dari RS Kasih Ibu Solo. 

Buntunya, kini belasan warga di Desa tersebut harus jalani tes Swab PCR, pada Jumat (4/6/2021) pagi. 

Kepala Desa Brangkal, Suratmin mengatakan, 14 orang yang kontak erat dengan jenazah sudah dilakukan swab pada pukul 08.00 WIB tadi. 

Baca juga: Acara Tahlilan Munculkan Klaster Covid-19 di Cilincing: 22 Warga Positif Corona, Termasuk Balita

Baca juga: Kasus Corona Sukoharjo Bertambah, Hari Ini Tercatat 5 Orang Positif: Dinkes Ingatkan Prokes

"Sudah, sudah semua, yang kontak erat sebanyak 14 orang sudah di swab puskesmas tadi pagi," ungkapnya kepada TribunSolo.com, Jumat (4/6/2021). 

Mengetahui jenazah yang dibawa pulang terkonfirmasi corona, tetangga dan warga lainnya tidak berani mendekat dan mengurus jenazah. 

"Kalau tetangga nggak ada yang berani mendekat, namun prosesi pemakaman tetap menggunakan protokol kesehatan oleh relawan, semua pakai APD," tambahnya. 

Baca juga: Razia Swab Antigen Dadakan di Alun-Alun Kidul Semalam, Gibran Sebut Gerak Cepat Antisipasi Corona

Sembari menunggu hasil swab keluar dalam kurun waktu 2 hingga 3 hari, satgas desa meminta yang kontak erat melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. 

"Sambil menunggu hasilnya keluar, kami dari satgas mengimbau untuk isolasi mandiri di rumah masing-masing," pintanya.

Selanjutnya, satgas desa menunggu instruksi dari satgas Kecamatan dan Kabupaten, jika hasil swab PCR ke-14 warga menunjukkan hasil positif covid-19. 

"Selanjutnya, ya kita menunggu satgas atasan saya, kalau hasilnya positif dan harus dibawa ke technopark ya silahkan, tapi kami tetap memantau," pungkasnya.

Beredar Pesan di WA

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved