Breaking News:

Waduh, Bandung Raya Siaga 1 Covid-19 : PTM Akan Ditunda Lagi & Akan Diberlakukan WFH

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan Bandung Raya Siaga 1 Covid-19.

Editor: Azfar Muhammad
TRIBUN JABAR / MUHAMAD SYARIF ABDUSSALAM
Gubernur yang akrab disapa Kang Emil ini mengatakan pihaknya memberlakukan Siaga Satu Covid-19 di Bandung Raya. 

TRIBUNSOLO.COM,- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan Bandung Raya Siaga 1 Covid-19.

Hal ini disebabkan dua daerah besar di Bandung Raya, yakni Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat zona merah atau zona risiko tinggi penyebaran Covid-19.

Selain pertimbangan dua zona merah tersebut, katanya, angka keterisian tempat tidur perawatan pasien Covid-19 di semua rumah sakit di Bandung Raya sudah sangat kritis, yakni rata-rata mencapai 84,19 persen.

"Wilayah Bandung Raya kami nyatakan sedang Siaga 1, bukan Jawa Barat ya, tapi wilayah Bandung Raya," kata Ridwan Kamil kepada TribunJabar.com.

"karena minggu ini dua wilayah besarnya zona merah, yaitu KBB dan Kabupaten Bandung. Kemudian wilayah Bandung Raya ini keterisian rumah sakit sudah melebihi standar WHO maupun nasional yang di angka 70 persen, sekarang Bandung Raya ini sudah 84,19 persen," tambah  Ridwan Kamil di Markas Kodam III Siliwangi, Selasa (15/6).

Di Solo, Ruang ICU Pasien Covid-19 Terisi 95 Persen, Bahkan di RSUD Bung Karno Ternyata Sudah Penuh

Baca juga: Coca Cola Kini Rasakan Efek Ajaib Cristiano Ronaldo, Terima Nasib Saham Anjlok hingga Rp 57 Triliun

Dengan dua indikator tersebut, katanya, maka seluruh wilayah Bandung Raya, yakni Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Cimahi, diinstruksikan untuk memberlakukan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah kembali selama sepekan ke depan. 

WFH ini yakni pegawai yang hadir secara fisik di kantor hanya 25 persen, sesuai instruksi dari Mendagri.

Sedangkan sisanya yang 75 persen segera menyesuaikan diri untuk bekerja dari rumah, dengan pengecualian-pengecualian yang sudah pernah dilakukan pada masa WFH sebelumnya.

"Sekolah tatap muka kita tunda dulu ya khususnya yang zona merah pasti itu mah tidak boleh. Dan kedisiplinan, kita ada di 75 persen kalau tidak salah, Presiden menginstruksikan ke angka 90 persen," ujarnya. 

"Maka kami terus akan menggiatkan, tadi instruksi ke TNI dan Polri untuk melakukan turun lagi ke lapangan mengingatkan, shock terapi juga, agar kedisiplinan meninggi. Jangan sampai kita lagi Siaga 1 tapi kedisiplinan malah turun," katanya.

Update Corona Solo 25 Mei 2021: Ada Lonjakan Setelah Libur Lebaran, Tembus 282 Kasus Positif Baru

Baca juga: Warning Klaten : Kamar Tidur Pasien Corona Capai 88 Persen, Jika Memburuk Pemkab Tak Buat RS Darurat

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved