Breaking News:

Berita Boyolali Terbaru

Belum Bisa Lunasi Utang dari Pinjol Sebesar Rp 75 Juta, Data Pribadi Peminjam Disebarluaskan

Seorang ASN harus menanggung utang hingga puluhan juta rupiah dari 27 aplikasi pinjaman online.

Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Rahmat Jiwandono
TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
S (43) PNS Pemerintah Kabupaten Boyolali saat ditemui awak media di Gedung Inspektorat, Rabu (16/6/2021). 

Seringkali pinjaman online atau akrab disebut fintech ini ditawarkan melalui pesan singkat (SMS).

Namun banyaknya fintech yang beredar didunia maya, membuat masyarakat tidak mengetahui mana fintech yang legal dan ilegal.

Sebab, meminjam uang pada fintech ilegal bisa sangat merugikan nasabahnya.

Seperti yang terjadi pada pasangan suami istri dari Kadipiro, Solo beberapa waktu lalu.

Kisah Keluarga di Kadipiro Solo Tercekik Utang Online : Pinjam Rp 500Ribu, Bunga Rp 75Ribu per hari

Demi Pinjaman Rp 3 Juta Buat Lunasin Utang, Pria Asal Wonogiri Nekat Bikin Laporan Palsu ke Polisi

Daftar 123 Fintech Pinjaman Online Ilegal yang Ditutup Satgas Waspada Investasi

Kuasa hukum Pasuntri tersebut dari LBH Solo Raya, I Made Ridho mengatakan, pada kasus pasuntri tersebut, clientnya mendapat perlakuan dipermalukan dan diintimidasi oleh sebuah fintech.

"Awalnya pasuntri ini bituh uang, lalu mendapatkan SMS dari salah satu fintech, yang didalamnya ada link." katanya, Jumat (25/9/2020).

"Link tersebut kemudian di klik lalu mengarah untuk mendownload sebuah aplikasi," imbuhnya.

Setelah aplikasi tersebut di unduh, pasutri tersebut kemudian melakukan registrasi untuk melakukan pinjaman secara online.

"Pengajuannya sama, seperti mengirim foto selfie, KTP, mengisi kuesioner, lalu uang pinjaman di transfer," jelasnya.

Awalnya pasuntri ini meminjam Rp 500 ribu, setelah itu meminjam lagi Rp 5 juta.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved