Berita Solo Terbaru
Turnamen Bulutangkis Junior di Banjarsari Solo Dibubarkan Polisi, Langgar Protokol Kesehatan
Polisi membubarkan turnamen bulutangkis junior di GOR Kedut Arena Jalan Kalingga V Timur, Kadipiro, Banjarsari, Solo, Rabu (16/6/2021) siang kemarin.
Penulis: Fristin Intan Sulistyowati | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Fristin Intan Sulistyowati
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Polisi membubarkan turnamen bulutangkis junior di GOR Kedut Arena Jalan Kalingga V Timur, Kadipiro, Banjarsari, Solo, Rabu (16/6/2021) siang kemarin.
Pembubaran ini lantaran kegiatan tersebut melanggar protokol kesehatan.
Kapolsek Banjarsari Kompol Joko Satrio, mengatakan, memang benar ada pembubaran acara tersebut.
Baca juga: Vaksin AstraZeneca Diklaim 92 Persen Efektif Lawan Corona Varian Delta, Cegah Risiko Rawat Inap
Baca juga: Corona Varian Delta dari Kudus Menyebar di Solo Raya, Bupati Juliyatmono Ingatkan Warga Waspada
"Benar, tidak memiliki izin dan digelar dengan penonton," jelasnya pada Kamis (17/6/2021).
Saat polisi datang ke lokasi GOR tersebut, ada pelanggaran yang ditemukan yakni panitia tidak menyediakan alat pengukur suhu tubuh.
Selain itu, tidak ada tempat cuci tangan dan jaga jarak peserta.
Baca juga: Warning Klaten : Kamar Tidur Pasien Corona Capai 88 Persen, Jika Memburuk Pemkab Tak Buat RS Darurat
Padahal saat ini penyelenggaraan kegiatan olahraga wajib tanpa penonton.
“Agar tidak terjadi klaster baru dalam penyebaran Covid-19, sehingga kita lakukan pembubaran secara paksa,” ujarnya.
Polisi kemudian mencopot MMT penyelenggaraan dan memberikan sosialisasi dan pembinaan pada panitia dan peserta di lokasi.
Gejala Corona Jenis Baru
Kabar soal varian baru virus corona yakni corona B.1.617.2 atau Delta memang membuat publik makin was-was sekaligus penasaran.
Corona jenis ini ternyata memiliki gejala yang berbeda dengan jenis sebelumnya.
Baca juga: Vaksin AstraZeneca Diklaim 92 Persen Efektif Lawan Corona Varian Delta, Cegah Risiko Rawat Inap
Sakit kepala, sakit tenggorokan, dan pilek sekarang menjadi gejala yang paling sering dilaporkan terkait dengan infeksi Covid di Inggris, kata para peneliti seperti yang dilaporkan BBC.
Prof Tim Spector, yang menjalankan studi Zoe Covid Symptom mengatakan, tertular varian Delta bisa terasa "seperti pilek" bagi orang yang lebih muda.
Namun meskipun mereka mungkin tidak merasa sakit parah, mereka bisa menulari dan membahayakan orang lain.
Siapa pun yang mengira mereka mungkin memiliki Covid harus melakukan tes.
Gejala Covid klasik yang harus diwaspadai orang, kata NHS, yaitu:
- batuk
- demam
- kehilangan bau atau rasa
Prof Spector mengatakan, tiga gejala itu tidak lagi umum sekarang, berdasarkan data yang diterima tim Zoe dari ribuan orang yang mencatat gejala mereka di sebuah aplikasi.
"Sejak awal Mei, kami telah melihat gejala teratas pada pengguna aplikasi - dan daftar gejala itu tidak sama seperti sebelumnya," katanya.
Perubahan itu tampaknya terkait dengan peningkatan varian Delta, yang pertama kali diidentifikasi di India.
Demam tetap cukup umum tetapi kehilangan penciuman tidak lagi muncul di 10 gejala teratas, kata Prof Spector.
Baca juga: Apa Itu Varian Corona B16172 atau Delta? Begini Efeknya Dalam Tubuh: Lebih Cepat Menular
Perasaan Tidak Enak
"Varian ini tampaknya sedikit berbeda," tambah Prof Spector.
"Orang-orang mungkin mengira mereka baru saja terkena flu musiman dan mereka masih nekat pergi ke pesta dan mereka mungkin menyebar ke enam orang lainnya."
"Kami pikir ini memicu banyak masalah."
"Pesan di sini adalah bahwa jika Anda masih muda, Anda akan mendapatkan gejala yang lebih ringan."
"Ini mungkin hanya terasa seperti pilek atau perasaan 'tidak enak' saja, tetapi tetaplah di rumah dan lakukan tes."
Baca juga: Nasib THR Lebaran Tak Jelas, Buruh PT Delta 5 Sukoharjo Bakal Bertemu Manajemen, Tuntut Kejelasan
Gejala Lain
Sementara itu, studi Imperial College London terhadap lebih dari satu juta orang di Inggris - ketika varian Alpha atau Inggris dominan - menemukan berbagai gejala tambahan yang terkait dengan Covid.
Menggigil, kehilangan nafsu makan, sakit kepala dan nyeri otot bersama-sama paling kuat terkait dengan terinfeksi, di samping gejala klasik.
"Ada beberapa gejala lain yang terkait dengan Covid-19," katanya.
"Gejala-gejala lain ini mungkin memiliki penyebab lain."
"Jika Anda khawatir dengan gejala, carilah bantuan medis."
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sakit Kepala dan Pilek, Gejala Covid-19 yang Berkaitan dengan Varian Delta atau Varian India,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/pihak-kepolisian-polsek-banjarsari.jpg)