Berita Sragen Terbaru

Sisi Lain Waduk Kedung Ombo : Ada Jeritan Nakhoda Perahu, Selama 16 Tahun Bekerja Baru Kali Ini Sepi

Waduk Kedung Ombo yang sebagian berada di Kabupaten Sragen memiliki segudang cerita.

Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Septiana Ayu
Mulyono (35) yang selama 16 tahun jadi nakhoda perahu di Waduk Kedung Ombo, Kabupaten Sragen. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Waduk Kedung Ombo yang sebagian berada di Kabupaten Sragen memiliki segudang cerita.

Tak hanya cerita keindahan, tetapi cerita pilu orang-orang yang setiap hari mencari pundi-pundi di waduk seluas mencapai 6.576 hektar itu.

Bahkan ditutupnya objek wisata karena meningkatnya kasus corona, juga dirasakannya di antaranya oleh nahkoda perahu.

Seperti yang dialami Mulyono (35).

Dia harus menelan pil pahit pasalnya wisata di waduk yang biasa disebut WKO mengalami mati suri.

Kini, bukan wisatawan lagi yang diantar Mulyono keliling waduk, melainkan hanya pemancing yang datang ke WKO.

Baca juga: Santri Meninggal di Waduk Kedung Ombo, Warga Sebut saat Itu Kondisi Waduk Sepi 

Baca juga: Tragedi 2 Santri Meninggal Tenggelam di Waduk Kedung Ombo: Korban Dikenal Aktif 

"Kalau jasa kapal ya seperti inilah, kalau ada orang mancing, ya kita antar kalau nggak ada ya tidur dirumah," katanya kepada TribunSolo.com, Minggu (20/6/2021).

"Kalau ramai bisa ngantar 10 sampai 15 orang, kalau sepi hanya 1 sampai 2 pemancing," ujarnya.

Kondisi sepinya wisata perahu di WKO, diperparah pasca kejadian terbaliknya perahu wisata beberapa waktu lalu.

"Sempat bergabung dengan wisata di WKO ini, baru lebaran kemarin juga kita muat hanya 1 setengah hari, terus ada kejadian kemarin orang tenggelam, ditutup hingga saat ini," katanya.

Mulyono menceritakan telah menggeluti jasa perahu wisata sejak tahun 2005.

"Dari tahun 2005, ikut Pak Lik, di kapal besar, yang bisa muat 45-50 orang," ujar dia.

Kemudian, baru 2,5 tahun lalu, Mulyono berhasil memiliki kapal miliknya sendiri.

"Sekarang start jam 5 pagi, jam 9 kita istirahat, kadang juga patroli, kalau ada yang ingin pindah, atau mengirim makanan, kalau nggak ada keluhan pemancing bisa istirahat," paparnya.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved