Berita Sragen Terbaru
Sisi Lain Waduk Kedung Ombo : Ada Jeritan Nakhoda Perahu, Selama 16 Tahun Bekerja Baru Kali Ini Sepi
Waduk Kedung Ombo yang sebagian berada di Kabupaten Sragen memiliki segudang cerita.
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Asep Abdullah Rowi
"Karena saya baru, baru ikut gabung paguyuban, jadi bisa ikut semua wisata yang ada di WKO, karena sudah resmi dari Dishub, itu sudah dilengkapi dari badan hukum, termasuk jasa raharja," katanya.
Baca juga: Kakak Adik Korban Tenggelam di Waduk Kedung Ombo Dimakamkan Hari Ini, Keluarga Terlihat Tegar
Baca juga: Larung Pusaka Berakhir Petaka, Kakek Asal Ngrampal Sragen Terpleset di Bengawan Solo, Lantas Tewas
Namun, harapan usahanya bakal berjalan lancar, pupus sudah ketika virus corona mulai merebak ke seluruh daerah.
"Sempat merasakan ramainya wisata, sehari bisa melayani 3 sampai 4 kali putaran, awal-awal lockdown nggak ada wisawatan masih ada pemancing," ucapnya.
"Awal corona dulu waduk lain pada tutup, sini yang buka, jadi 1 sampai 2 bulan bisa dapat lumayan, habis itu sepi," tambahnya.
Biaya sekali antar sebesar Rp 10.000 hingga Rp 15.000, tergantung jauh dekatnya lokasi pemancingan.
Meski begitu, Mulyono mengaku usahanya selama pandemi tak menutup biaya operasional kapal.
"Sehari itu bisanya habiskan 5 liter solar, belum nanti makannya, kalau dapat 10 pemancing, paling sisa hanya Rp 50.000, itupun kalau dapat 10 orang," jelasnya.
Meski kondisi yang tak menentu, Mulyono tetap bertahan menjadi nahkoda perahu di WKO karena sudah lebih nyaman bekerja di daerah sendiri.
"Kalau di rumahkan meski dapat penghasilan sedikit, bisa dimakan sama anak istri, kalau merantau ya sama saja, keluar uang makan dan kebutuhan lainnya," terangnya.
Mulyono berharap, kondisi sektor pariwisata dapat lekas membaik.
"Ya walaupun keadaannya masih seperti ini, coronanya semakin meningkat, ya semoga cepat clear semuanya, agar semua kembali normal," harapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/mulyono-35-yang-selama-16-tahun-jadi-nakhoda-perahu-di-waduk-kedung-ombo-kabupaten-sragen.jpg)