Virus Corona
Cara Ampuh India Turunkan Kasus Covid-19 hingga 8 Kali Lipat dalam Sehari, Bisa Dicontoh Indonesia?
Berikut hal yang bisa dicontoh Indonesia, agar dapat segera mengendalikan kasus Covid-19 seperti India.
TRIBUNSOLO.COM -- Beberapa waktu lalu, India sempat mengalami ledakan kasus Covid-19.
Tercatat India mengalami kenaikan kasus Covid-19 harian 40 kali dari 9.121 orang pada 15 Februari 202.
Lalu kasus menjadi tertinggi hingga mencapai 414.188 kasus sehari pada 6 Mei 2021.
Baca juga: Di Balik Mengerikannya Corona di Kudus : 82 Persen Sampel Pasien Covid-19 Terinfeksi Varian India
Baca juga: Syarat Ikut Program Vaksinasi Covid-19 Massal di Boyolali, Cek Cara Daftarnya
Namun, India juga berhasil dengan amat cepat menurunkan kasusnya.
Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan, India melakukan berbagai upaya maksimal sehingga angka kasus baru terus turun dengan tajam.
Data 22 Juni 2021 menunjukkan 50 ribu lebih kasus baru dalam seharinya.
"Jadi turun delapan kali lipat dalam waktu sebulan saja. Mungkin baik kita lihat apa yang India lakukan, yang pada dasarnya merupakan kaidah umum mengendalikan peningkatan kasus yang tinggi," ujar Prof Tjandra dalam pesan tertulisnya, Kamis (24/6/2021).
Berikut hal yang bisa dicontoh Indonesia, agar dapat segera mengendalikan kasus Covid-19 seperti India.
Pertama, Pembatasan Sosial
etika kasus meningkat tajam di India maka beberapa daerah / negara bagian di negara itu melakukan berbagai tingkat pembatasan sosial.
Ada yang dengan sangatmemperketat 3 M, ada yang membatasi kegiatan dengan pemberlakuan jam malam, dan ada juga yang “lockdown” sebagian/parsial dan ada juga yang total penuh sampai beberapa waktu.
Kedua, Lakukan Tes Bermakna
Hal selanjutnya yang dilakukan di India adalah meningkatkan jumlah tes secara bermakna.
Saat ada peningkatan kasus maka jumlah tes dinaikkkan secara amat besar-besaran dan mencapai lebih dari 2 juta tes seharinya pada bulan Mei 2021.
" Kita tahu bahwa tes punya tiga manfaat amat penting. Pertama, mereka yang positif dapat ditangani dari aspek kesehatannya, kedua mereka dapat diisolasi atau dikarantina mandiri atau dirawat sesuai kebutuhan, dan ke tiga dapat diputus rantai penularan dari yang positif ke masyarakat sekitarnya. Tentu saja sesudah tes maka harus diikuti dengan kegiatan telusur (“tracing”) yang massif pula," ujarnya.
Ketiga adalah vaksinasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/ilustrasi-pekerja-kota-yang-mengenakan-pakaian-hazmat-berjalan-d.jpg)