Berita Sragen Terbaru
Buntut Kasus Corona Meledak, Kebutuhan Oksigen di RSUD Sragen Naik 10 Kali Lipat: Kini Bed Penuh
Buntut meledaknya kasus corona saat ini, kebutuhan oksigen di rumah sakit ikut naik. Kondisi ini terjadi di RSUD Sragen.
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Buntut meledaknya kasus corona saat ini, kebutuhan oksigen di rumah sakit ikut naik.
Kini, keterisian pasien corona di RSUD Soehadi Prijonegoro Sragen mencapai 100 persen, dari kapasistas tempat tidur sebanyak 100 unit.
Wakil Direktur Pelayanan dan Mutu RSUD Sragen, Joko Haryono mengatakan, kebutuhan oksigen di rumah sakitnya naik 10 kali lipat dibandingkan dengan masa sebelum pandemi.
Baca juga: Corona Mengganas, Rumah Sakit di Sragen Penuh, Gedung Baru RSUD Sragen Sampai Jadi Gedung Covid-19
Baca juga: Hampir 5 Ribu Warga Sragen Jalani Vaksinasi Gratis, di Tengah Meroketnya Corona di Sejumlah Wilayah
"Kalau sebelum pandemi, hari normal hanya butuh 150-200 meter kubik, sekarang sehari membutuhkan 2000 meter kubik," ujarnya kepada TribunSolo.com, Selasa (29/6/2021).
Kini, Joko mengaku was-was lantaran pasokan oksigen yang didistribusikan tak selalu datang tepat waktu.
"Datangnya telat, akhir-akhir ini ada kendala, karenakan produksi tetap, namun pemakaian rumah sakit meningkat, tapi bisa lancar," jelasnya.
Baca juga: Keluarga Kena Corona & Ingin Hubungi Petugas Medis? Ini Nomor Telepon Darurat 15 Rumah Sakit di Solo
"Ya was-was, kalau sampai dibilang kurang, ya kurang, tapi nggak sampai kurang, sempat ketar-ketir," tambahnya.
Selama ini, RSUD Sragen sudah tidak menggunakan tabung oksigen sebagai alat bantu nafas pasien.
Melainkan menggunakan oksigen liquid, yang juga semakin langka.
Baca juga: Penjelasan Ilmiah Dokter Tentang Corona Varian Baru, Warga Sekitar Asrama Donohudan Tak Perlu Panik
"Kalau persediaan dari distributor juga agak menipis, sebagai cadangannya kita gunakan oksigen yang tabung," jelas dia.
RSUD Sragen akan mencari mitra distributor gas lain, untuk memastikan ketersediaan oksigen mencukupi.
"Kami sedang cari rekanan penyedia yang lain, supaya bisa di-back up, untuk memastikan stok aman," terangnya.
"Kalau saat ini aman, belum tahu sore nanti, kan pasien akan masuk lagi, belum ada jaminan," pungkasnya.
Gedung Baru untuk Pasien Corona
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/joko-haryono.jpg)