Berita Karanganyar Terbaru
Cek Ketersediaan Tabung Oksigen di Karanganyar, RSUD : Stok Masih Cukup, untuk Pasien Corona & Umum
Tabung oksigen menjadi barang yang dicari-cari seiring meningkatnya kasus Corona di sejumlah wilayah.
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Tabung oksigen menjadi barang yang dicari-cari seiring meningkatnya kasus Corona di sejumlah wilayah.
Di antaranya di Kabupaten Karanganyar itu sendiri.
Kabid Yanmed RSUD Karanganyar, Kristanto menyampaikan, kebutuhan tabung oksigen di RSUD sejumlah 2.500 tabung selama satu bulan.
Semua pasien yang menjalani rawat inap dan membutuhkan oksigen dapat terpenuhi meski ada peningkatan jumlah pasien Covid-19 yang menjalani rawat inap beberapa pekan terakhir.
"Oksigen masih aman. Kita tidak kesulitan. Semua pasien bisa diberikan. Stok kita masih cukup," katanya Selasa (29/6/2021).
Baca juga: Tak Hanya sampai Solo, KRL Jogja-Solo Bakal Beroperasi hingga Stasiun Palur, Sudah Siap Mencoba?
Baca juga: Belum Sebulan 40 Ibu Hamil Positif Covid-19, DKK Karanganyar Siapkan Layanan Khusus, Catat Lokasinya
Dari sebanyak 119 TT isolasi Covid-19 yang disediakan di RSUD Karanganyar, lanjut Kris sapaan akrabnya, sudah terisi semua.
Hanya menyisakan ruang isolasi khusus bagi anak dan maternal.
Terpisah, Kabid Yankes Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, Dwi Rusharyati mengatakan, dinas telah meminta kepada semua rumah sakit yang ada di Kabupaten Karanganyar supaya melakukan pendataan kebutuhan tabung oksigen selama satu bulan.
"Nah kita minta datanya, pemasoknya tiap rumah sakit. Lah ini kita sudah laporkan ke pemerintah provinsi," ucapnya.
Dengan begitu, harapannya Pemprov Jateng dapat membantu memfasilitasi untuk koordinasi dengan pemasok sehingga kebutuhan tabung oksigen dapat terpenuhi apabila stoknya menipis.
"Rumah sakit secara mandiri tiap kali ada ketersediaan yang menipis, segera mengkomunikasikan," kata dia.
"Kita fasilitasi WA (call center provinsi) aduan oksigen. Itu nanti dengan menyebut nama pemasok," jelas Dwi.
Daftar RS Rujukan
Lonjakan pasien Covid-19 di Kabupaten Karanganyar terjadi dalam seminggu terakhir.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, Purwati menyampaikan ketersediaan tempat tidur untuk pasien Covid-19 hampir penuh 95 persen.
Untuk itu dilakukan penambahan bed di tiga rumah sakit rujukan Covid-19.
"Ada penambahan 15 tempat tidur di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan 15 bed di dalam ruangannya," jelasnya kepada TribunSolo.com, Sabtu (26/6/2021).
Baca juga: Jengkelnya Gibran, Masih Ada Saja Pasien Covid-19 dari Luar Masuk Solo, Diantar Pakai Mobil Pribadi
Baca juga: Petaka Kejar Lampu Hijau, Toyota Avanza Plat B Berkecepatan Tinggi Gasak 2 Pemotor di Serengan Solo
Selain itu menurut dia, ketersedian oksigen juga mengalami penipisan.
"Kita bantu kordinasi dengan provinsi untuk penyediaan oksigen tambahan," aku dia.
Berikut tiga rumah sakit rujukan Covid-19 di Karanganyar :
1. RSUD Karanganyar di Jalan Yos Sudarso, Jengglong, Kelurahan Bejen, Kecamatan/Kabupaten Karanganyar
2. RS PKU Muhammadiyah Karanganyar di Jalan Jend. Ahmad Yani, Gapura Papahan Indah, Papahan, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar.
3. RSU Jati Husada, Jalan Raya Solo-Tawangmangu Nomor Km 10.3, Dusun VI RT 10 RW 3, Jati, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar.
Nomor Darurat di Solo
Wali Kota, Gibran Rakabuming Raka membagikan nomor darurat atau hotline rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Solo.
Itu dibagikan Gibran di akun instagram pribadinya @Gibran_Rakabuming, Kamis (24/6/2021).
Ada 15 hotline rumah sakit rujukan Covid-19 yang dibagikan lengkap dengan keterangannya.
Demi percepatan penanganan apabila warga terinfeksi Covid-19, maka Pemkot Solo menyediakan hotline Rujukan Covid-19 di berbagai faskes berikut ini:
Baca juga: Inilah Buaya Milik Warga Sragen : Dipelihara 20 Tahun, Berbobot 3 Kuintal & Panjang Hampir 3 Meter
Baca juga: Solo Darurat Tempat Tidur Pasien, Pemkot Solo Mulai Gagas RS Khusus Covid-19? Begini Penjelasannya
1. RSUD Kota Surakarta, dr. Niken Yuliani Untari - 081215810608
2. RS Bung Karno Surakarta, dr. Lilik Prabowo - 08122651272
3. RS PKU Muhammadiyah Surakarta, dr. Arif Budi Satria, Sp. B - 081393603113
4. RS Kasih Ibu Surakarta, Sukini - 081329569733
5. RS Oen Kandang Sapi - dr. Andi Wibawanto, MPH - 08972004435.
6. RS Panti Waluyo - dr. Eunike Amelina, Sp. M - 08112676017.
7. Dinas Kesehatan Kota Surakarta - Sri Winarni, SKM - 085228601048
8. RSUP Surakarta - dr. Jamilatun Rosidah - 08122964526
9. RS Jiwa Daerah Surakarta - dr. Maria Rini Indriati, Sp.KJ., M.Kes - 081246548123
10. RST Slamet Riyadi (DKT) Surakarta - Mayor Nugroho - 082140338754
11. RS Hermina - dr. Olivia Dwimaswasti - 081215661762
12. RS Brayat Minulya - dr. Cahyo Hadi - 081329516882
13. Rs Triharsi - dr. Langi Surjani - 08122976725
14. RS JIH - dr. Sendy Komarudin - 081802696778
15. RS Islam Kustati - dr. Ari Prasetyo Nugroho, Sp. Pd - 082328461002
Baca juga: Kisah Pensiunan TNI Asal Sambungmacan Sragen Pelihara Buaya Kecil, hingga Kini Berbobot 3 Kuintal
Baca juga: Kronologi Klaster ISI Solo : Ada Mahasiswa Tidak Enak Badan, Hasil Swab Ternyata Positif Covid-19
Hal ini dilakukan agar pasien terinfeksi Covid-19 lebih cepat tertangani dan mendapat perawatan terbaik.
Kita benar-benar mengusahakan agar upaya percepatan penanganan ini dapat mengurangi risiko yang sekiranya dapat membahayakan pasien.
Tetap dukung kebut vaksinasi agar pemulihan kesehatan warga dapat berjalan optimal.
Bangun RS Khusus Covid-19?
Penambahan tempat tidur pasien Covid-19 di rumah - rumah sakit tengah diupayakan untuk menghadapai lonjakan kasus.
Apalagi, tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit di Kota Solo sudah di atas 90 persen.
Itu disampaikan Ketua Pelaksana Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Solo, Ahyani.
"Tingkat keterisian tempat tidur di atas 90 persen. Kita harus ambil langkah darurat," kata dia, Jumat (25/6/2021).
"Dinas Kesehatan harus menyiapkan tambahan bed rumah sakit. Bed di rumah sakit saat ini belum sepenuhnya untuk pelayanan Covid-19," tambahnya.
Baca juga: Pakai Baju Tentara & Mengaku Berpangkat Mayjen, Pria di Sragen Diamankan: Ternyata TNI Gadungan
Baca juga: Imbas Corona Mengganas, Minggu Semua Pasar dan Toko di Boyolali Ditutup, Warga Diminta di Rumah Saja
Penambahan 40 persen tempat tidur rumah sakit, sambung Ahyani, diharapkan bisa dilakukan.
"Jumlah sekarang yang baru dibuka di kisaran 600-an, itu bisa didoromg sampai mendekati 1.000 bed untuk melayani pasien," ucapnya.
Selain itu, Pemkot Solo saat ini tengah menggagas rumah sakit pusat penanganan Covid-19.
"Baru digagas. Salah satunya rumah sakit khusus untuk Covid-19. Itu biar fokus penanganan di situ," ujar dia.
Namun, itu juga mempertimbangkan perkembangan kasus Covid-19 di Kota Solo.
"Untuk sekarang penambahan bed dulu," ucap Ahyani.
Kasus Meningkat
Tempat tidur pasien Covid-19 di beberapa rumah sakit Kota Solo mulai penuh saat jumlah temuan kasus meningkat.
Peningkatan dari 21 Juni hingga 22 Juni misalnya. Ada penambahan lebih kurang 127 kasus dan membuat total kasus sebanyak 12.292.
Dengan rincian, 10.872 sembuh, 684 isolasi mandiri, 145 perawatan, dan 591 meninggal dunia.
Peningkatan kasus yang mencapai yang mencapai tiga digit tersebut menjadi satu penyebab kapasitas tempat tidur pasien Covid-19 penuh.
Baca juga: Awas Kecele! Mulai Malam Ini Jalan Pandanaran Boyolali Ditutup, Ada PPKM Mikro di Tengah Corona Naik
Baca juga: Makin Ramai Isu Ada Pasien Dicovidkan, Apakah Bisa Terjadi? Dokter RS UNS Solo ini Beri Penjelasan
Baik, rumah sakit yang dikelola Pemprov Jawa Tengah ataupun Pemkot Solo.
RSUD Bung Karno, misalnya. Sebanyak 35 tempat tidur pasien Covid-19 yang disiapkan sudah penuh.
Direktur RSUD Bung Karno Kota Solo, Wahyu Indianto tidak menampik kondisi tersebut.
"Sampai hari ini, RSUD Bung Karno sudah full. Tidak bisa menerima pasien (lagi)," kata Wahyu kepada TribunSolo.com, Selasa (22/6/2021).
Para pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Bung Karno Solo kebanyakan berasal dari Kota Solo.
Hanya ada lebih kurang 10 tempat tidur yang terpakai untuk pasien Covid-19 luar Kota Solo.
Penuhnya tempat tidur pasien Covid-19 berimbas adanya antrean pasien di RSUD Bung Karno.
"Ada antrean dari puskemas. Itu dikarenakan 35 tempat tidur yang kami miliki sudah penuh," ucap Wahyu.
Meski begitu, Wahyu belum berani menambah kapasitas tempat tidur di RSUD Bung Karno.
Menurutnya, bila itu dilakukan bisa berisiko tingkat kelelahan tenaga kesehatan RSUD Bung Karno meningkat.
Baca juga: Update Masjid Raya Syeikh Zayed Hadiah untuk Jokowi di Solo, Wali Kota Gibran Yakini 15 Bulan Kelar
Baca juga: Kebakaran di Permukiman Padat Sondakan Solo, Warga Sempat Panik, Api Membesar Sebelum Damkar Datang
Apalagi, mereka masih melayani lebih kurang 350 vaksinasi dan lebih kurang 350 swab saban harinya.
"Tidak gampang nambah daya tampung (kapasitas tempat tidur)," jelas Wahyu.
"Kalau dipaksakan tenaga kesehatanku yang tidak ada. Saya harus memikirkan keselamatan mereka, kalau sampai mereka kelelahan bisa ambruk," tambahnya.
Kondisi RSUD Bung Karno juga dialami RSUD Dr Moewardi.
Tempat tidur pasien Covid-19 sebanyak lebih kurang 320 dan semua sudah terisi.
Kondisi tersebut tidak ditampik Direktur RSUD Dr Moewardi, Cahyono Hadi.
"Memang full, kami mengupayakan masuk semua," kata Cahyono.
Dari pantauan TribunSolo.com, sejumlah pasien Covid-19 nampak menunggu antrean dalam tenda yang ada di pelataran RSUD Dr Moewardi.
Petugas berpakaian alat pelindung diri (APD) lengkap tampak sesekali keluar masuk ke tenda.
"Tenda itu untuk menunggu sementara di situ, tapi kita usahakan cepat masuk," ujar Cahyono.
Kebanyakan pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Dr Moewardi berasal dari luar Kota Solo. Diantaranya, Kudus, Pati, dan Grobogan.
Dengan kondisi itu, pihak RSUD Dr Moewardi tengah mengupayakan penambahan tempat tidur pasien Covid-19.
"Kita sedang mengupayakan," ucap Cahyono.
Wacana Lockdown
Adanya wacana dari pusat dan Pemprov Jateng soal mikro lockdown ditanggapi Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.
Wacana ini muncul dari Menko Perekonomian Airlangga Hartarto soal pembatasan jam operasional di pusat perbelanjaan hingga pukul 20.00 WIB.
Disamping itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memerintahkan bupati dan wali kota di zona merah Covid-19 menerapkan micro lockdown.
Gibran mengatakan di Kota Solo masih akan dilakukan pengkajian.
Baca juga: Perusakan Makam Mojo, Gibran Minta Polisi Bertindak, Kapolresta : Toleransi Harus Ditegakkan di Solo
Baca juga: Kini Solo Punya Mobil Layanan Vaksinasi Covid-19 Keliling, Sasar Lansia dan Pra Lansia
“Tutup sampai jam 8 malam di Solo nanti kita akan review dulu,” kata dia kepada TribunSolo.com, Selasa (22/6/2021).
Menurut Gibran kebijakan tersebut tidak bisa disamaratakan di setiap daerah dan wilayah.
“Keadaan setiap kota, daerah itu beda,” ujarnya.
“Ya ada yang sudah terkendali ada yang masih merah, ya kita tidak ingin mempersulit,” tambahnya.
Gibran menyampaikan dalam kesempatannya pihak pemerintah kota tidak ingin mempersulit kegiatan pemulihan ekonomi.
“yang jelas nanti kita akan kendalikan, akan kita tinjau lagi, instuksi dari pemerintah dan Gubernurnya,” jelasnya.
Tak Akan Lockdown
Di tengah ada wacana lockdown, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka tetap tidak menghendaki cara tersebut.
Menurut Gibran, saat ini kasus corona di Solo masih terkendali, sehingga tidak perlu menerapkan lockdown.
Meski Solo kini dikepung beberapa kabupaten yang berstatus zona merah Covid-19.
"Lockdown penyekatan belum ada instruksi, semoga kita tak tertular," terangnya kepada TribunSolo.com, Senin (21/6/2021).
Dia mengatakan, walaupun saat ini tempat isolasi di Solo banyak terisi, namun kasus positif corona masih rendah.
Baca juga: Solo Dikepung Zona Merah, Wali Kota Gibran Tak Mau Lockdown: Masyarakat Harus Prokes
Baca juga: Tak Hanya Wali Kota Solo Gibran, Bupati Klaten Sri Mulyani Juga Tolak Lockdwon,Meski Kini Zona Merah
"Keterisian kamar kita memang tinggi di atas 80 Persen tapi ya kalau kita lihat justru kita merawat orang-orang se-Solo Raya," tambahnya.
"Tadi sudah saya rapatkan bersama Bu Ning (Dinkes) dan pak Yani (Sekda) ya seperti yang sudah saya bilang akan disediakan ruang karantina baru," paparnya.
Gibran menyampaikan, pihaknya masih belum akan melakukan pengetatan di Kota Solo.
"Kita tambah tempat baru, nanti ada tapi semoga tidak terpakai," ungkapnya.
"Pokoknya kegiatan sosial tidak akan dipersulit yang penting prokesnya diketatkan," aku dia menekankan.
Gibran Tolak Lockdown
Wacana karantina wilayah atau lockdown diterapkan di seluruh jawa mengemuka beberapa waktu belakangan ini.
Ini menyusul temuan varian mutasi virus Corona di beberapa kawasan pulau Jawa.
Di Kudus, Brebes, dan Cilacap, misalnya, mayoritas temuan yakni mutasi B1617 atau Delta.
Baca juga: Gibran Dicurhati Pasien Asal Solo, Ogah Isolasi di Asrama Haji Donohudan : Takut Corona Jenis Delta
Baca juga: Terungkap Alasan Wali Kota Solo Gibran Panggil Driver Gojek Viral : Intinya Sudah Selesai, Beres Toh
Mencuatnya wacana lockdown seluruh Jawa ditanggapi Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.
Ia menolak wacana tersebut dengan alasan kondisi tiap daerah berbeda sehingga tidak bisa diterapkan kebijakan yang sama.
"Lockdown se-Jawa, kurang fair. Terutama untuk kota yang tidak zona merah," kata Gibran, Rabu (16/6/2021).
"Kalau di-lockdown dengan keadaan seperti ini ya tidak fair. Situasi kita dan Kudus beda. Kita lebih sehat," tambahnya.
Baca juga: Siapa Pesan Miras yang Bikin Driver Ojol Diperiksa? Gibran : Itu Wewenang Pak Kapolres
Gibran mengklaim Covid-19 di Kota Solo sudah terkendali dengan baik berkat kinerja Pemkot Solo dan masyarakat.
"Solo sebenarnya aman," katanya.
Dia juga tidak mau menetapkan status siaga satu untuk Solo.
Oleh karenanya, Gibran merasa juga tidak perlu mengimitasi keputusan, seperti yang diambil Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
Ridwan, seperti diketahui, telah menetapkan Bandung Raya siaga satu sebagai buntut lonjakan kasus Covid-19.
Baca juga: Usai Ziarah ke Makam Ibunda, Jokowi Sempat Temui Gibran di Solo Selama 5 Menit, Ini yang Dibahas
"Saya rasa kurang fair kalau dipukul rata. Kita berbeda dengan Kudus atau kota-kota zona merah," ucap dia.
"Kita tunggu instruksi gubernur (Ganjar Pranowo)," tambahnya.
Namun, bila menilik data statistik Covid-19 Kota Solo, kasus aktif cukup landai pada Maret 2021 berada di kisaran 200 sampai 250.
Namun, jumlah tersebut mengalami peningkatan dua kali lipat.
Baca juga: Style Terbaru Gibran Sejak Jadi Wali Kota Solo : Pakai Kacamata Hitam Model Ray-Ban Aviator
Kenaikan itu nampak bila menilik data kasus Covid-19 sejak 1 Juni sampai 15 Juni 2021 yang tercatat sebanyak 566 kasus aktif tambahan.
Dari penambahan kasus tersebut belum ditemukan mutasi virus Corona, termasuk Delta.
Itu baru bisa dipastikan dari hasil uji Whole Genome Sequencing (WGS). Seperti diketahui, Pemkot Solo tengah menunggu hasil uji 10 sampel.
"Jangan sampai (ada temuan varian baru). Kita masih menunggu hasilnya," ujarnya.
Klaten Tolak Lockdown
Sementara itu, Bupati Klaten Sri Mulyani menolak adanya rencana karantina wilayah (lockdown).
Meski ada lonjakan kasus Covid-19 yang membuat Klaten yang sebelumnya zona oranye menjadi zona merah.
Langkah Sri Mulyani ini seakan seperti pernyataan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka yang menolak adanya lockdown.
Sri menerangkan, meski Klaten zona merah pihaknya tidak akan memberlakukan karantina wilayah (lockdown).
Baca juga: Gibran Blak-blakan, Meski Jokowi Orang Nomor 1 di Indonesia, Ultah Tak Ada Perayaan Apalagi Pesta
Baca juga: 95 Buruh Pabrik Sepatu di Jaten Karanganyar Positif Corona, Muncul Usai Mengeluh Batuk & Sesak Napas
"Klaten tidak akan lockdown," terang dia kepada TribunSolo.com, Senin (21/6/2021).
Menurutnya, opsi lockdown tidak dipilih karena untuk bisa menerapkan lockdown harus mengajukan izin ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
"Pertimbangannya kalau mau lockdown harus izin ke Kemendagri," ujarnya.
Dia menegaskan bahwa tidak bisa menerapkan lockdown secara sepihak.
"Tidak boleh lockdown secara sepihak," paparnya.
Adapun langkah yang dipilih untuk mengurangi penyebaran virus corona dengan memperketat PPKM mikro.
Ia menyebut, dalam aturan PPKM mikro disebutkan warga dilarang mengadakan hajatan, dan operasi yustisi di tempat-tempat yang berpotensi terjadi kerumunan di 26 kecamatan.
Kemudian tidak ketinggalan ibadah di rumah masing-masing, dan pembatasan jam operasional dari angkringan hingga toko modern harus tutup pukul 21.00 WIB.
"Hajatan tidak boleh, bolehnya ijab kabul yang dihadiri maksimal 20 orang. Ibadah pun di rumah masing-masing."
Bahkan mereka yang berada di tempat kerumunan akan dicek kedisiplinannya soal prokes dan akan menggelar rapid tes antigen secara acak.
"Tujuannya agar ada efek jera dan mengurangi mobilitas keluar rumah," jelas dia.
Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul RSUD Karanganyar Pastikan Ketersediaan Stok Oksigen untuk Layanan Medis Aman