Breaking News:

Berita Sragen Terbaru

Syarat Orang Masuk ke Sragen saat PPKM Darurat, Harus Tunjukkan Kartu Vaksin Minimal Dosis Pertama

Pergerakan masyarakat ke Kabupaten Sragen selama pemberlakuan PPKM Darurat akan dibatasi dan diawasi dengan ketat.

Tribun Jabar/Gani Kurniawan
ILUSTRASI PENYEKATAN : Jajaran kepolisian Satlantas Polrestabes Bandung dan Dinas Perhubungan Kota Bandung melakukan simulasi persiapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan memeriksa kendaraan bermotor yang masuk wilayah Kota Bandung di Cek Poin Gerbang Tol Mohammad Toha, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (21/4/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Pergerakan masyarakat ke Kabupaten Sragen selama pemberlakuan PPKM Darurat akan dibatasi dan diawasi dengan ketat.

Bagi pelaku perjalanan, harus memenuhi syarat sesuai dengan yang tertuang dalam Instruksi Bupati Sragen nomor 360/318/038/2021.

Dalam aturan Inbup yang ditanda tangani pada tanggal 2 Juli 2021 lalu, tertuang beberapa syarat bagi pelaku perjalanan dari dan menuju Kabupaten Sragen.

"Pelaku perjalanan domestik dari dan menuju Kabupaten Sragen yang menggunakan mobil pribadi, sepeda motor maupun transportasi umum jarak jauh, harus menunjukkan kartu vaksin, minilal vaksin dosis pertama," jelas Bupati Sragen, Kusninar Untung Yuni Sukowati kepada TribunSolo.com, Sabtu (3/7/2021).

Baca juga: Tak Bawa Surat Swab, Pengemudi Luar Kota Gigit Jari, di Pos Prambanan Klaten Diminta Putar Balik

Baca juga: Manfaat Wedang Uwuh untuk Pegal Linu dan Menyegarkan Badan, Berikut Sejumlah Khasiatnya

Selain itu, bagi pelaku perjalanan dengan menggunakan pesawat udara wajib menunjukkan hasil negatif tes PCR 2 hari sebelum keberangkatan.

Selain itu, bagi pengguna mobil pribadi, sepeda motor, bis, kereta api dan kapal laut harus menunjukkan hasil negatif antigen, sehati sebelum keberangkatan.

"Ketentuan tersebut, berlaku untuk kedatangan dan keberangkatan dari dan menuju Pulau Jawa dan Bali" kata dia.

"Serta tidak berlaku untuk transportasi dalam wilayah aglomerasi Solo raya," tambahnya.

Bagi sopir kendaraan logistik dan transportasi barang, dikecualikan dari ketentuan memiliki kartu vaksin.

"Kendaraan transportasi umum diizinkan beroperasi, dengan dilakukan pembatasan kapasitas maksimal 70 persen dengan menerapkan protokol kesehatan ketat," pungkasnya.

Masyarakat yang akan melakukan perjalanan tertentu, diharuskan untuk menunjukkan dokumen administrasi perjalanan atau surat izin yang dikeluarkan oleh Kepala Desa atau Lurah setempat.

"Wajib itu," aku dia menekankan.

Janji Tak Matikan Rezeki

Selama PPKM Darurat polisi bakal melakukan operasi yustisi secara mendadak di banyak tempat di Kabupaten Sragen.

Tidak hanya menyasar aktivitas non esensial seperti tempat wisata dan karaoke, tetapi sektor esensial yang masih diperbolehkan beroperasi.

Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi mengatakan, sektor esensial yang masih dibuka, akan menjadi target utama operasi yustisi oleh petugas gabungan.

"Karena masih diizinkan buka, justru itu yang dijadikan target utama sasaran operasi yustisi," katanya kepada TribunSolo.com, Sabtu (3/6/2021).

Sasaran lokasi meliputi pasar, rumah makan, supermarket, bank, kantor layanan pemerintah.

"Operasi yustisi tidak hanya digelar pada malam hari, siang hari juga dilakukan," jelasnya.

Kegiatan masyarakat, operasionalnya akan dibatasi maksimal pukul 20.00 WIB.

Kegiatan operasi yustisi tidak hanya dipusatkan di Sragen, namun hingga ke kecamatan.

"Tidak hanya di pusat kota, penutupan juga berlaku di daerah-daerah," aku dia.

Baca juga: PPKM Darurat Diperketat, Jam 4 Sore Jalan Protokol Kota Klaten Ditutup

Baca juga: Viral Buaya Besar di Sungai Boyolali Dekat Tlatar : Seakan Meneror Warga, Dicari-cari Belum Ketemu

"Jika di daerah kecamatan yang sekiranya masih ada kegiatan masyarakat, kita juga akan tutup," terangnya.

Meski begitu, menurut Ardi menegaskan tidak ingin mematikan rezeki masyarakat.

"Kita tidak ingin mematikan rezeki masyarakat, tapi kita hanya tidak ingin ada kumpul-kumpul, harus betul-betul ada sinergitas dengan masyarakat," ujarnya.

"Toleransi dari pemerintah sudah sangat luar biasa, prinsipnya tidak ada tempat yang terlihat ramai," terang dia.

Zona Merah Bertambah

Tercatat 73 desa di Kabupaten Sragen yang termasuk zona merah penularan covid-19. 

Hal tersebut, disampaikan Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi usai memimpin apel pasukan gabungan di Alun-alun Sasana Langen Putra, Sabtu (3/7/2021). 

Baca juga: PPKM Darurat, Polisi Lakukan Pengalihan Arus, Akses Menuju Kota Sragen Ditutup 24 Jam

Baca juga: Setelah Mengeluh Tak Enak Badan, Perempuan di Tanon Sragen Tiba-tiba Meninggal

"Saya beserta Dandim sudah memetakan desa yang termasuk zona merah, dari 208 desa ada 73 yang zona merah," ungkapnya, Sabtu (3/7/2021). 

Desa-desa tersebut, tergolong zona merah karena warganya ada yang terjangkit covid-19, dan melaksanakan isolasi secara mandiri di rumah masing-masing. 

Desa yang termasuk zona merah, pelaksanaan PPKM Mikro akan lebih diperketat. 

Selain itu, AKBP Ardi juga menekankan untuk mengadakan isolasi secara terpusat. 

"Dan kami bersepakat dengan Bupati dengan meminimalisir isolasi mandiri, karena Sragen memiliki isolasi terpusat yang sangat mumpuni," ujarnya. 

"Dan isolasi terpusat, betul-betul kami yakini bisa menekan angka penularan covid-19," tambahnya. 

Dalam kegiatan PPKM darurat, Polres Sragen menerjukan sebanyak 1035 personel, baik dijajaran Polres hingga Polsek. 

"Semuanya akan diprioritaskan khusus untuk PPKM darurat, semuanya akan kita kemas untuk pengoptimalan PPKM Darurat," pungkasnya.(*) 

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved