Berita Solo Terbaru
Satpol PP Ingatkan Pedagang HIK Wajib Tutup Jam 8 Malam di Masa PPKM Darurat: Tidak Ada Pengecualian
Satpol PP Solo mengingatkan pada pedagang HIK di Kota Solo agar tertib tutup pukul 20.00 WIB. Hal tersebut sudah tertuang dalam aturan saat PPKM.
Penulis: Muhammad Irfan Al Amin | Editor: Ryantono Puji Santoso
Degan Wulung Diburu
Pandemi Covid-19 yang berlangsung lebih dari satu tahun lamanya membuat banyak orang berusaha mencari obat atau penangkal alternatif.
Salah satu yang dicari adalah kelapa muda alias degan.
Di Kota Solo kini degan menjadi primadona baru setelah sebelumnya sebuah susu kaleng kemasan sempat menjadi incaran hingga langka di pasaran.
Baca juga: Kasus Aktif Corona Turun di Masa PPKM Daruat, Kapolda Jateng Minta Daerah Lain Meniru Sragen
Baca juga: Ambyar! Sudah di Depan Mata, Sekolah Tatap Muka di Solo 12 Juli Akan Ditunda, Imbas Corona Mengganas
TribunSolo.com melakukan penelusuran ke sebuah distributor degan yang beralamatkan di Pucangsawit, Jebres, Solo.
Menurut sang pedagang, Burhanuddin Al Azhari (27), dirinya saat ini mengalami kenaikan jumlah penjualan dari sebelumnya hanya menjual 350 butir degan, kini naik menjapai 500 butir.
"Saat ini kami mengalami kenaikan nyari 50 persen," katanya pada Selasa (6/7/2021).
Dirinya menyebut jenis "Degan Wulung" yang saat ini menjadi primadona.
Baca juga: Saat Corona Tak Pandang Usia : 643 Bayi hingga Anak-anak di Sukoharjo Terpapar, Begini Kondisinya
"Orang banyak mencari karena informasi yang beredar, degan wulung memiliki khasiat untuk meningkatkan imunitas di tengah pandemi Covid 19," ujarnya.
Burhan mengungkapkan banyak pelanggannya yang masih belum bisa membedakan antara degan biasa dan degan wulung.
"Kalau degan wulung ada warna merah muda di dagingnya, dan degan biasa tidak ada," ungkapnya.
Baca juga: Daftar 3 Rumah Sakit Rujukan Corona di Karanganyar : Dinas Kesehatan Juga Tambah Tempat Tidur Pasien
Dari segi harga juga mengalami kenaikan untuk degan biasa dari sebelumnya Rp 8 ribu kini mencapai Rp 10 ribu.
Adapun degan wulung, harganya yang dulu Rp 10 ribu, kini mencapai Rp 15 ribu.
"Namun stok degan wulung saat ini sedang kosong, di beberapa daerah mulai langka," jelasnya.
Soal Keluhan PPKM Darurat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/ilustrasi-wedangan-angkringan-hik.jpg)