Berita Boyolali Terbaru

Belasan Petugas Satpol PP dan Damkar Boyolali Terpapar Covid-19, Satu Meninggal Dunia

Sebanyak 17 petugas dari Satpol PP dan Damkar Kabupaten Boyolali terpapar Covid-19.Bahkan satu diantaranya meninggal dunia.

TribunSolo.com/Adi Surya
ILUSTRASI : Warga tengah menjalani swab test untuk memastikan terpapar Corona atau tidak di halaman Balai Kota Solo, Sabtu (18/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI -  Sebanyak 17 petugas dari Satpol PP dan Damkar Kabupaten Boyolali terpapar Covid-19.

Bahkan satu diantaranya meninggal dunia.

Kasubag Umum dan Kepegawaian Satpol PP, Heru Riyanto, membenarkan belasan petugas terpapar Covid-19.

Baca juga: Alasan Untung Wiyono Siaga 24 Jam Beri Ivermectin untuk Pasien Corona Sragen : Tak Ada Efek Samping

Baca juga: Pemkot Solo Siapkan Lokasi Karantina Terpusat: Rawat Pasien Corona Tanpa Gejala 

" Ada 17 petugas Satpol PP dan Damkar kami terpapar Covid-19, satu meninggal dunia," ucap Heru, Jumat (9/7/2021).

Heru mengatakan, kejadian tersebut bermula ketika ada dua anggotanya yang sakit dan dilakukan swab.

Hasilnya kedua orang tersebut dinyatakan positif Covid-19.

Baca juga: Alasan Gibran Tunda Sekolah Tatap Muka di Solo: Tak Ingin Ada Klaster Corona dari Sekolah 

Kemudian dilakukan swab massal, sebanyak 9 orang dinyatakan positif dan esoknya satu anggotanya dikabarkan terkonfimasi positif Covid-19.

“Hingga kemudian berkembang menjadi 17 orang saat ini," ujar Heru.

Saat disinggung terkait tracing kontak erat ke-17 orang tersebut, pihaknya mengaku kesulitan.

Baca juga: Kapolresta Solo Blak-blakan, Dukung Penurunan Corona Melalui PPKM Darurat, Bahkan Perbanyak Patroli

Hal ini dikarenakan belasan anggotanya tersebut bertugas di bagian pelayanan sehingga bertemu dengan orang banyak.

“Jadi tidak tahu kontak eratnya. Paling, setelah diketahui poisitif, maka anggota keluarganya juga diswab," ujarnya.

Pihaknya mengaku pasca kejadian tersebut, pihaknya menerapkan pola 50 persen WFH yang dilakukan secara bergilir.

Saat ini jumlah karyawan berstatus ASN 41 dan Tenaga Kontrak Harian Lepas (TKHL) 89 orang.

" Saat ini kami menerapkan 50 persen WFH dan WFO dilakukan secara bergilir," jelas dia. 

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved