Berita Sragen Terbaru

Hanya 7 Warung Buka 14 Lainnya Pilih Tutup, Ini Potret Sentra Kuliner Veteran Brigjen Katamso Sragen

Dampak PPKM Mikro membuat Sentra Kuliner Veteran Brigjen Katamso Sragen sepi karena mayoritas pilih menutup lapak.

Tayang:
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Septiana Ayu
Sentra Kuliner Veteran Brigjen Katamso yang tampak sepi karena mayoritas memilih tutup lapak selama PPKM Darurat di Magero, Sragen Tengah, Kecamatan Sragen, Senin (12/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN -  Banyak pedagang di Sentra Kuliner Veteran Brigjen Katamso Sragen memilih menutup warung selama PPKM Darurat.

Pantauan TribunSolo.com di lokasi yang berada di Magero, Sragen Tengah, Kecamatan Sragen itu, dari 21 warung hanya ada 7 warung yang masih buka.

Bangku yang berjejer di depan warung, juga nampak kosong dari aktivitas pembeli.

Bahkan debu di mana-mana terlihat menempel tebal di meja dan bangu yang biasanya dipenuhi pembeli untuk menyantap aneka makanan.

Baca juga: Kapan Tatap Muka di Solo Dimulai, Padahal Sekolah Mulai Masuk Pertama Hari Ini? Begini Kata Disdik

Baca juga: Panggilan Kemanusiaan : 9 Ribu Warga Sragen Sembuh dari Corona, Baru 6 Orang Donor Plasma Konvalesen

Sesekali pembeli datang, namun kebanyakan memilih untuk membawa pulang makanan.

Salah satu pedagang, Darno mengatakan banyak pedagang memilih tutup sejak PPKM Darurat diberlakukan mulai 3 Juli lalu.

"Ini gara-gara PPKM, banyak yang tutup, PPKM Darurat tambah sepi," katanya kepada TribunSolo.com, Senin (12/7/2021).

Darno tetap memilih tetap buka, karena ia tidak memiliki penghasilan lain, selain membuka warung.

"Kalau hariannya masih bisa mencukupi, kalau saya tutup, nggak ada yang bisa dimakan," ujarnya.

Pembeli yang datang pun, hanya tersisa pelanggan setianya.

"Kan saya sudah berjualan selama 35 tahun, dulu kan nggak disini, yang datang ya hanya pelanggan-pelanggan saya yang lama," jelasnya.

Saat PPKM darurat, ia memilih menutup kiosnya lebih awal, karena pada malam hari sudah tidak ada pembeli yang datang.

"Pedagang di sini, jam 8 ya tutup," singkatnya.

Suasana seperti itu, jauh berbeda dengan suasana saat pertama kali buka, pada bulan Maret lalu.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved