Berita Solo Terbaru
Suasana Haru Puluhan Orang, Beri Penghormatan untuk Risma Nakes PMI Solo & Bayinya yang Kena Corona
Puluhan tenaga kesehatan memberikan penghormatan terakhir saat jenazah staf PMI Solo, Risma Dwi Annisa (25) dibawa ke pemakaman.
Penulis: Fristin Intan Sulistyowati | Editor: Asep Abdullah Rowi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Fristin Intan Sulistyowati
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Puluhan tenaga kesehatan memberikan penghormatan terakhir saat jenazah staf PMI Solo, Risma Dwi Annisa (25) dibawa ke pemakaman.
Tenaga kesehatan yang bertugas di Unit Donor Darah di antaranya menangani pendonor konvelesen itu tutup usia karena terpapar Covid-19 bersama bayinya.
Adapun para rekan-rekannya di tenaga kesehatan, berjajar rapi di depan kantor PMI Solo di Jalan Kolonel Sutarto, Kecamatan Jebres, Kota Solo, Senin (12/7/2021).
Suasana itu pun tampak haru karena ambulans yang membawa jenazah 'pejuang kesehatan' berjalan pelan di antara barisan para tenaga kesehatan.
Baca juga: PPKM Darurat, Mayoritas PKL di Sentra Kuliner Brigjen Katamso Sragen Pilih Tutup, Meja Dipenuhi Debu
Baca juga: Boyolali Belum Lepas dari Jeratan Corona, Pemkab Buat Tempat Isolasi Terpusat, Tampung 87 Pasien OTG
Di antaranya mereka meletakkan tangan kanan di dada sebagai bentuk penghormatan.
CEO PMI Solo, Sumartono Hadinoto menjelaskan, prosesi tersebut sebagai penghormatan untuk tenaga kesehatan yang selama ini berada di garda terdepan.
Tenaga kesehatan yang berjajar pun mengunakan standard protokol Covid-19.
Sekitar pukul 11.00 WIB tadi, nampak para petugas lainya tak bisa membendung kesedihannya.
"Dia adalah petugas penyadap darah yang sangat luar biasa semangat membatu sesama, walaupun dalam keadaan hamil" ungkapnya kepada TribunSolo.com.
Sumartono menyampaikan Risma telah menjalani perawatan di RSUD Dr Moewardi Solo.
Usai melahirkan anak pertama pada Minggu (11/6/2021), Risma ikut meninggal dunia di hari yang sama.
"Tuhan berkehendak lain, ibu dan bayinya telah gugur setelah selama 7 hari berjuang melawan paparan COVID-19," ungkapnya.
Sementara itu, sekarang ada 20 lebih Nakes kami terpapar Covid-19, dan melakukan Isolasi terpusat di Akbara Solo.
Meninggal Dunia