Breaking News:

Idul Adha 2021

Bagaimana Hukum Menjual Kulit atau Tanduk Hewan Kurban? Ternyata Haram, Simak Penjelasan Ustaz Solo

Dosen Fakultas Syariah IAIN Surakarta Joko Robi Prasetyo mengungkapkan, jika menjual bagian tubuh hewan kurban adalah diharamkan menurut syariat.

Editor: Hanang Yuwono
TribunSolo.com/Istimewa
ILUSTRASI PEMBAGIAN DAGING KURBAN: Warga memasukan daging kurban ke dalam besek bambu di Mushola Darutaibin, Mangunjayan, Desa Sengon, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jum'at (31/7/2020). 

TRIBUNSOLO.COM -- Bagi Umat Muslim yang berkurban, bagian tubuh dari hewan kurban yang umumnya dihabiskan adalah daging.

Daging kurban tidak boleh disisakan saat penyembelihan selama Idul Adha belangsung.

Baca juga: Jadwal Puasa Zulhijah, Arafah, dan Tarwiyah Sebelum Idul Adha 2021, Dilengkapi Niat Puasa

Baca juga: Idul Adha 2021, Dua Masjid di Solo ini Jadi Tempat Penyembelihan Sapi Kurban Presiden Jokowi

Nah, muncul banyak pertanyaan jika menjelang Idul Adha, yakni bagaimana untuk bagian tubuh lain seperti tanduk maupun kulit hewan?

Ulama muda Solo, yang juga dosen Fakultas Syariah IAIN Surakarta Joko Robi Prasetyo menjawab pertanyaan tersebut.

Robi mengungkapkan jika menjual bagian tubuh hewan kurban adalah diharamkan menurut syariat dan hukum fiqih.

"Untuk jual beli hewan kurban, baik daging tanduk maupun kulitnya diharamkan," ungkap Robi pada Selasa (7/7/2020).

"Hal tersebut mengacu pada Mahzab Syafi'i," imbuhnya menegaskan.

Jika dilanggar, maka dikatakan Robi kurban seseorag tersebut akan batal atau tidak sah menurut agama.

"Kalau diperjualbelikan nanti kurban kita tidak sah," tegasnya.

Ia pun memberi jalan tengah jika bagian tubuh hewan sulit untuk dimanfatkan.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved