Breaking News:

Berita Sragen Terbaru

Kisah Peternak Sragen : Terseok-seok karena PPKM Darurat, Pilih Sedekahkan Banyak Bebeknya ke Warga

Namun di tengah usahanya yang merosot, peternak Sarjono justru sedehkan bebek peliharaannya ke tetangga dan warga membutuhkan.

TribunSolo.com/Septiana Ayu
Sarjono, peternak bebek asal Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen yang terdampak PPKM Darurat. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Sisi lain PPKM Darurat yang sudah diterapkan sejak 3 Juli lalu hingga kini, menyisakan pilu bagi mereka yang terdampak.

Tidak hanya pemilik warung hingga restoran yang akhirnya merasakan pahit hidup ini.

Tetapi peternak bebek atau itik juga mengalami hal serupa.

Salah satunya, Sarjono, peternak bebek asal Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen.

Namun di tengah usahanya yang merosot, dia justru sedehkan banyak bebeknya ke ke tetangga dan warga membutuhkan.

Usahanya bertahun-tahun merugi, setelah terdampak PPKM Darurat selama pandemi Covid-19.

Salah satu sudut bebek di perternakan milik Sarjono di Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen yang terdampak PPKM Darurat.
Salah satu sudut bebek di perternakan milik Sarjono di Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen yang terdampak PPKM Darurat. (TribunSolo.com/Septiana Ayu)

"Selama pandemi bebek gak bisa keluar sama sekali, akhirnya saya sedekahkan dan dijual juga," kata dia kepada TribunSolo.com, Kamis (15/7/2021).

"Kalau dipertahankan, kita malah tambah rugi," jelas dia membeberkan.

Di tengah terseok-seoknya usahanya karena pendemi, sebenarnya empat bulan terakhir, Sarjono baru bisa bangkit lagi untuk kembali beternak.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved