Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Curhat Sedih PKL di Solo Dihantam PPKM : Bakul Nasgor Biasanya Masak Nasi 6 Kg, Kini Hanya 2 Kg

Satu cerita pilu itu hadir dari Mustofa, seorang penjual nasi goreng di Solo, yang dikunjungi oleh Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak.

Penulis: Fristin Intan Sulistyowati | Editor: Aji Bramastra
TribunSolo.com/Fristin Intan Sulistyowati
Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak membagikan sembako ke seorang penjaja kuliner di Solo, Jumat (23/7/2021) malam. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Fristin Intan Sulistyowati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - PPKM darurat menghantam hampir semua mereka yang menggantungkan hidup sehari-hari lewat berjualan makanan.

Baik pedagang bermodal besar, maupun pedagang cilik di pinggir jalan.

Baca juga: Jeritan Pedagang di Sragen Selama PPKM Darurat: Kelimpungan Bayar Angsuran Bank

Salah satu cerita pilu itu hadir dari Mustofa, seorang penjual nasi goreng di Jalan Dr Wahidin, Laweyan, Solo, yang dikunjungi oleh Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, Jumat (23/7/2021) malam.

Saat ditanya Ade, Mustofa menceritakan kesusahannya di masa PPKM darurat.

Pria yang bicara dengan logat Madura ini mengatakan, PPKM darurat telah mengurangi pendapatannya secara drastis.

"Sebelum PPKM, bisa masak 6 kilogram nasi dan itu habis semua," ungkap Mustofa kepada Tribunsolo.com, Jumat (23/7/2021).

Sementara, saat PPKM diterapkan dan pelanggan dilarang makan di tempat, dia hanya bisa memasak 2 kilogram nasi saja.

Tentu saja, itu tak cukup bagi Mustofa untuk sekedar balik modal.

Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak berkeliling bersama petugas gabungan dalam rangka patroli skala besar di Kota Solo.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved