Berita Boyolali Terbaru
Nekat Wisata ke Selo saat Boyolali di Rumah Saja, Puluhan Warga Terima Nasib Diputar Balik
Sejumlah warga masih mengabaikan Gerakan Boyolali di rumah pada Minggu (25/07/2021).
Penulis: Tri Widodo | Editor: Adi Surya Samodra
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo.
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI – Sejumlah warga masih mengabaikan Gerakan Boyolali di rumah pada Minggu (25/07/2021).
Hal itu terlihat dari banyaknya warga yang hendak berwisata ke kawasan wisata Selo.
Kebanyakan mereka yang hendak berlibur ke lereng Gunung Merapi-Merbabu ini mengendarai sepeda motor.
Ada juga beberapa warga yang akan berlibur bersama keluarga dengan mengendarai mobil.
Haryanto, salah satu warga Boyolali mengaku hendak menikmati keindahan alam di wilayah Selo.
"Saya kira boleh ke Selo. Makanya saya ajak anak saya untuk main-main ke Selo hanya sekedar liat pemandangan," ujarnya, kepada TribunSolo.com.
Baca juga: Warga Klaten Sulit Dapat Oksigen? Ternyata Bisa Lapor Polisi, Begini Caranya
Baca juga: Kali Ketiga Selama Masa PPKM, Panglima TNI Kunjungi Kota Solo : Jenguk Ruang Isolasi Terpusat
Meski kecele, dia pun tidak keberatan untuk putar balik saat disekat petugas di jalur Solo-Selo-Borobudur (SSB) tepatnya di Desa Gebyok, Kecamatan Selo.
"Ya mau gimana lagi. Tidak boleh lewat. Semoga minggu depan sudah boleh ke Selo," harapnya.
Sementara itu, Kapolsek Selo, AKP Maryanto mengatakan telah memutar balikkan ratusan pengendara yang hendak berwisata ke Selo.
Hal itu untuk mencegah kerumunan masa dalam pengendalian penyebaran Covid-19.
"Pengendara yang melintas untuk berwisata ke Selo kami putar balikkan," tegasnya.
Dia mengaku masih banyak masyarakat yang hendak berwisata ke Selo.
"Kalau sejak penyekatan kendaraan selama PPKM ini. Sudah ratusan kendaraan yang kami minta putar balik," jelasnya.
Selain melakukan penyekatan, Pihaknya juga terus menghimbau masyarakat untuk tetap patuh terhadap protokol kesehatan 5 M.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/penyekatan-di-selo.jpg)