Berita Boyolali Terbaru

Tidak Tahu Bila PPKM Diperpanjang, Warga Boyolali Nekat Gelar Hajatan Meriah : Berakhir Dibubarkan

Sebuah hajatan di Boyolali dibubarkan karena digelar secara meriah dan sang pemilik hajat tidak mengetahui bahwa PPKM diperpanjang

Tayang:
Penulis: Tri Widodo | Editor: Muhammad Irfan Al Amin
TribunSolo.com/Tri Widodo
Petugas melakukan test swab antigen terhadap tuan rumah hajatan, di Dukuh Weru, RT 05, RW 04, Desa Pojok, Kecamatan Nogosari, Minggu (25/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Suwarsono (60) benar-benar berani mengambil resiko dihari terakhir PPKM Level 3 yang diterapkan di Kabupaten Boyolali.

Warga Dukuh Weru, RT 05, RW 04, Desa Pojok, Kecamatan Nogosari itu nekat menggelar hajatan ngunduh mantu di rumahnya, Minggu (25/7/2021).

Hajatan yang digelar Tenaga Pendidik ini bisa dibilang cukup mewah di tengah PPKM Level 3.

Layaknya hajatan pada umumnya, di halaman rumahnya dipasang tenda besar, lengkap dengan kursi pengantin yang telah dihias dengan rapi.

Baca juga: PPKM Level 4 Diperpanjang Lagi atau Tidak? Berikut Data Covid-19 Sepekan yang Jadi Pertimbangan

Baca juga: Nekat Nongkrong Saat Masa PPKM Darurat, Puluhan Remaja Karanganyar Langsung Diangkut Polisi

Di Depan kursi pengantin juga telah tertata rapi Kursi beserta makanan juga telah siap di meja hidang.

Sebagai cadangan, tidak lupa tuan rumah juga telah mempersiapkan kursi tambahan yang masih ditumpuk di samping rumah utama.

Namun, suasana yang awalnya tenang mendadak berubah saat Satgas Covid-19 tiba di lokasi.

Beberapa orang tetangga yang awalnya membantu hajatan tiba-tiba riuh. Ada 10 warga yang langsung kabur keluar dari lokasi acara.

Saking takutnya, pagar rumah dengan kawat setinggi orang dewasa dipanjat begitu saja dengan cepat dan tanpa memperhitungkan resikonya.

Camat Nogosari Hanung Narhendra mengatakan mengatakan pembubaran hajatan ini dilakukan karena melanggar SE Bupati tentang PPKM level 3 dan kegiatan Minggu di rumah saja.

“ Kami mendapatkan informasi (hajatan ini) dari warga, bahwa ASN ini nekad mengadakan hajatan sejak Sabtu (24/7/2021),” jelasnya.

Penyelenggara berasalan, lanjut Hanung, jika kegiatan ini telah mendapatkan restu dari pemerintah desa setempat sejak 2 bulan lalu.

“ Namun, izin ke desa kami cek tidak ada. Maka kami bubarkan. Ini juga menjadi terapi syok agar masyarakat tidak nekad melanggar aturan," terangnya.

Setelah diberikan pemahaman, pihaknya juga melakukan swab test antigen pada 10 orang yang datang.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved