Berita Boyolali Terbaru

Potret Kawasan Desa Tlogolele Boyolali Setelah Diguyur Hujan Abu Hari Ini

Dusun Tlogomulyo RT 4 RW 2, Desa Tlogolele, Selo, Boyolali terdampak hujan abu hari ini, Minggu (8/8/2021). 

Tayang:
TribunSolo.com/Erlangga Bima Sakti
Atap Rumah Warga Dusun Tlogomulyo, Desa Tlogolele yang Diguyur Hujan Abu, Minggu (8/8/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Dusun Tlogomulyo RT 4 RW 2, Desa Tlogolele, Selo, Boyolali terdampak hujan abu hari ini, Minggu (8/8/2021). 

Itu setelah Gunung Merapi memuntahkan awan panas. 

Pantauan Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) selama beberapa jam terakhir, terhitung sebanyak 4 kali Gunung Merapi mengeluarkan awan panasnya.

Dikutip dari laman twitter @BPPTKG, rangkaian awan panas tersebut muncul selama empat kali, pertama kali muncul pada pukul 04.58 WIB, hingga terakhir pukul 08.32 WIB pada hari Minggu (8/8/2021) dengan kekuatan yang berbeda-beda.

Baca juga: Merapi Muntahkan Awan Panas Hari Ini, Desa Tlogolele Boyolali Diguyur Hujan Abu 

Tanaman milik warga Dusun Tlogomulyo, Desa Tlogolele yang diguyur hujan abu, Minggu (8/8/2021).
Tanaman milik warga Dusun Tlogomulyo, Desa Tlogolele yang diguyur hujan abu, Minggu (8/8/2021). (TribunSolo.com/Erlangga Bima Sakti)

Akibat dari luncuran awan panas tersebut, sejumlah pemukiman yang berada di kaki Gunung Merapi pun terkena imbasnya.

Salah satunya di Dusun Tlogomulyo RT 4 RW 2, Desa Tlogolele, Selo, Boyolali.

Disana terjadi turun hujan abu dengan intensitas rendah.

Menurut kesaksian warga, hujan abu tersebut mulai turun sekitar pukul 06.00 WIB hingga 09.00 WIB pada Minggu (8/8/2021).

Baca juga: Viral Video Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas, Penambang Pasir Nampak Santai

Gapura warga Dusun Tlogomulyo, Desa Tlogolele yang diguyur hujan abu, Minggu (8/8/2021).
Gapura warga Dusun Tlogomulyo, Desa Tlogolele yang diguyur hujan abu, Minggu (8/8/2021). (TribunSolo.com/Erlangga Bima Sakti)

"Tadi pagi sekitar jam 6 turun hujan abu setelah ada gemuruh, tapi hujannya sedikit, paling abunya cuma terbawa angin," Ujar Paimun (40) warga Tlogomulyo.

Walau dengan intensitas rendah, hujan abu tersebut mampu menutupi sejumlah genteng rumah warga, ruas jalan hingga tanaman di perkebunan.

Meski demikian, aktivitas warga yang terdampak hujan abu tidak terganggu. Menurut pantauan TribunSolo, sejumlah warga tetap menjalankan aktivitas secara normal.

Baca juga: Geger Cahaya dari Langit di Merapi, Pertanda Apa Bagi Kepercayaan Jawa Kuno, Ini Kata Pakar Budaya

Warga Dusun Tlogomulyo, Desa Tlogolele sedang membersihkan sisa-sisa hujan abu yang ada di ruas jalan.
Warga Dusun Tlogomulyo, Desa Tlogolele sedang membersihkan sisa-sisa hujan abu yang ada di ruas jalan. (TribunSolo.com/Erlangga Bima Sakti)

Hal tersebut lantaran dalam seminggu terakhir, Gunung Merapi sudah mengalami erupsi sebanyak 7 kali. Sehingga warga sudah biasa dengan keadaan ini.

Kepala BPBD Boyolali, Bambang Sinung menjelaskan, bahwa sampai saat ini belum ada instruksi untuk mengevakuasi warga yang berada di kaki Gunung Merapi.

"Belum ada, sampai saat ini kondisi masih aman, memang saat ini sering terjadi seperti itu," jelas Bambang.

Bambang menjelaskan, bahwa sampai saat ini belum ada laporan tentang kerusakan yang terjadi dikarenakan kekuatan luncuran yang tidak besar. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved