Berita Solo Terbaru
Sejumlah Warga di Solo Kecele, Sudah Dapat SMS Resmi Suntik Dosis Kedua, Ternyata Vaksinya Habis
Sejumlah warga Kota Solo yang tengah mangantre vaksin dosis ke-2 harus menelan pil pahit, Kamis (12/8/2021).
Penulis: Iqbal Fathurrizky | Editor: Asep Abdullah Rowi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Iqbal Fathurrizky
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sejumlah warga Kota Solo yang tengah mangantre vaksin dosis ke-2 harus menelan pil pahit, Kamis (12/8/2021).
Pasalnya meskipun mendapatkan SMA yang berisi jadwal vaksin tanggal 12 Agustus, sesampai di lokasi di Klinik Pratama Kartika 1 Solo harus pulang.
Dari informasi yang dihimpun TribunSolo.com, hal itu lantaran vaksin yang akan diberikan belum tersedia, sehingga harus menunggu kabar lagi.
Alhasil peserta hanya disuruh mengisi data dan menunggu kapan vaksin itu akan datang.
Baca juga: Bagai Bumi & Langit, Vaksinasi di Solo Sudah 70 Persen, Klaten Baru 14 Persen, Bupati Mohon ke Pusat
Baca juga: Bulan Ini Vaksinasi Covid-19 Ditarget 80 Persen, Akhir Agustus Solo Bisa Mencapai Herd Immunity
Nicolaus Rizaldy Nugroho, peserta vaksin dosis ke-2 mengaku sudah di SMS terlebih dahulu namun tidak ada kabar jika pemberian vaksin diundur.
“Saya sudah di SMS disuruh datang hari ini, tapi malah diundur tanpa ada pengumumannya,” kata dia kepada TribunSolo.com.
Bahkan peserta lain Roy Riyadi mengaku sudah 2 hari berturut-turut ke Klinik Pratama Kartika 1 namun harus kecele lantaran jadwal pemberian vaksin yang harus diundur.
“Saya sudah izin kerja 2 kali tapi tidak ada hasil apa-apa,” aku dia.
Roy mengaku hari ini hanya didata saja dan disuruh untuk menunggu kabar sampai minggu depan.
“Vaksinnya habis kata panitia, dan tadi hanya didata saja, harus menunggu kabar lagi minggu depan,” kata Roy.
Namun saat dikonfirmasi ke petugas, enggan memberikan penjelasan terhadap apa yang dialami oleh peserta vaksinasi.
Pengiriman Terhambat
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengaku langsung meminta klarifikasi ke Klinik Pratama Kartika 1 Solo.
"Tadi ada klarifikasi bahwasanya pengiriman vaksin dari pusat terlambat," katanya.