Berita Solo Terbaru

BREAKING NEWS : Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara IX Meninggal Dini Hari Tadi

Kabar duka menyelimuti warga Solo, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara IX atau sering disebut Mangkunegara IX baru saja wafat.

Penulis: Muhammad Irfan Al Amin | Editor: Ryantono Puji Santoso
Istimewa Humas Pura Mangkunegara
Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara IX tutup usia hari ini, Jumat (13/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Muhammad Irfan Al Amin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kabar duka menyelimuti warga Solo, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara IX atau sering disebut Mangkunegara IX baru saja wafat, Jumat (13/8/2021) pukul 02.30 WIB. 

Berita duka itu telah tersebar secara berantai di sosial media.

TribunSolo.com mengonfirmasinya kepada Humas Pura Mangkunegaran, Joko Pramudya.

Baca juga: Awas Kecele, Malam 1 Suro Ini Keraton Solo dan Pura Mangkunegaran Tak Gelar Kirab Pusaka

Baca juga: Es Ketel Alam Ghoib di Mangkunegaran Solo Rp 4000, Ada Menu Es Genderuwo

"Iya benar beliau wafat dini hari tadi pada pukul 02.30 WIB," katanya pada Jumat (13/8/2021).

"Karena sakit jantung," imbuhnya.

Mangkunegara IX wafat di Jakarta dan rencananya akan dimakamkan di Astana Giri Layu, Matesih Karanganyar.

"Untuk proses pemakaman masih dirapatkan dan keterangan resminya akan menyusul," ujarnya.

Peringatan Naik Tahta 2016 Lalu

Puluhan kerabat dan abdi dalem (pengabdi) Pura Mangkunegaran, Solo, mengikuti peringatan naik tahta Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara IX, Selasa (11/10/2016).

Menurut informasi Pengageng Wedono Satriyo Mangkunegaran, KRMT Lilik Priarso Tirtodiningrat, mengatakan, prosesi merupakan peringatan naik tahta yang ke-29 Sampeyan Ingkang Jumeneng (SIJ) KGPAA Mangkunegara IX.

"Diperingati tepat pada tanggal 9 Suro, tanggal Jawa, dengan prosesi utama wilujengan atau selametan," ungkapmya saat ditemui TribunSolo.com usai acara.

Peringatan naik tahta ke-29 tahun ini dikatakannya sederhana.

"Menurut dawuh (perintah) dari beliau (Mangkunegara IX) peringatan cukup dengan wilujengan saja."

"Artinya tanpa kepyakan atau resepsi, seperti tari-tarian dan pemberian gelar kepada abdi dalem," jelas KRMT Lilik.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved