Berita Sragen Terbaru

Hasil Survei BPS Sargen saat Pandemi : Mayoritas Warga Masih Abai Prokes, Terbanyak Ogah Jaga Jarak

Berdasarkan survei yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sragen, dapat dilihat perilaku masyarakat Sragen selama pandemi covid-19.

Tribunnews/Irwan Rismawan
ILUSTRASI : Warga beraktivitas di zona merah Covid-19 RT 006 RW 01, Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (22/6/2021). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerapkan micro lockdown di kawasan tersebut lantaran adanya 17 warga yang positif Covid-19. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Pandemi covid-19 yang telah berjalan lebih dari satu tahun, telah merubah kebiasaan masyarakat.

Berdasarkan survei yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sragen, dapat dilihat perilaku masyarakat Sragen selama pandemi covid-19.

Survei tersebut diikuti 784 responden secara online, pada 13-20 Juli 2021.

Kepala BPS Kabupaten Sragen, Joko Kristiono mengatakan dengan survei tersebut, terdapat gambaran bagaimana perilaku masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan.

Baca juga: Cerita Telur Ayam asal Klaten Bisa Bikin Bangga Menteri Airlangga Hartarto, Ternyata ini Istimewanya

Baca juga: Lowongan Kerja Solo: Dibutuhkan Formasi Bidan Penempatan di Wonogiri, Berikut Persyaratannya

"Berdasarkan survei, kepatuhan masyarakat memakai masker 1 lapis tertinggi, yakni 88,90 persen, sedangkan yang memakai masker 2 lapis, masih sangat rendah, sebesar 46,17% dari total responden," jelasnya kepada TribunSolo.com, Sabtu (14/8/2021).

Selain itu, selama pandemi masyarakat Sragen lebih memilih untuk meningkatkan imunitas tubuhnya, sebanyak 82,40% dari total responden melaksanakannya.

Perilaku lainnya yakni, menjaga sirkulasi udara (74,11%), mencuci tangan dengan sabun/handsanitizer (71,05%), mengurangi mobilitas (70,92%), menjauhi kerumunan (70,15%), menutup mulut saat batuk (68,11%).

"Hanya ada 58,80 persen responden, yang melaksanakan prinsip jaga jarak 2 meter, saat berada di luar rumah," ujar Joko.

Bahkan, menurut pendapat responden, sebagian besar mengaku masyarakat dilingkungannya masih abai terapkan prokes.

"Sebagian besar responden menilai jika masyarakat dilingkungan sekitarnya, secara umum masih sangat abai dalam penerapan protokol kesehatan," jelasnya.

Dibanding terapkan prokes, ternyata masyarakat Sragen lebih peduli terhadap adanya penindakan pelanggaran prokes di lingkungannya.

"Dari pengakuan responden, masyarakat menunjukkan kepedulian terhadap pelanggaran protokol kesehatan yang terjadi di lingkungan sekitarnya," terang dia.

Curhatan Pedagang

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved