Breaking News:

Berita Boyolali Terbaru

Meski Gunung Merapi Kian Bergemuruh, Pemkab Boyolali Sebut Belum Ada Perintah Mengungsikan Warganya

Akhir-akhir ini aktivitas Gunung Merapi kian meningkat di antaranya mengeluarkan awan panas.

Penulis: Tri Widodo | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Tri Widodo
Puncak Merapi dilihat dari Dukuh Stabelan, Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, beberapa waktu lalu. 

Untuk mengantisipasi hal ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali melakukan penyemprotan dan jalan-jalan yang dipenuhi abu merapi.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Boyolali juga melakukan droping masker sebanyak 10.000 ke Selo.

“Hari ini sudah kita drop masker 10.000 kepada warga. Dan kita gerakkan BPBD untuk membersihkan jalan supaya tidak ada abu (vulkanik) yang bertebaran, supaya tidak ada ISPA,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga meminta warga yang bermukim di lereng Gunung Merapi untuk meningkatkan kewaspadaan.

Hal ini karena aktivitas Gunung Merapi meningkat akhir-akhir ini, terutama aktivitas awan panas guguran.

Baca juga: Merapi Muntahkan Dua Kali Awan Panas Pagi Ini, Desa Tlogolele Boyolali Diguyur Hujan Abu 

Baca juga: Cerita Warga Boyolali di Radius 3 Km dari Puncak Merapi: Sering Dengar Gemuruh dan Rasakan Getaran

Bahkan, wilayah Desa Tlogolele sejak Minggu (8/8/2021) lalu, sudah beberapa kali terkena hujan abu dampak erupsi Gunung Merapi.

“Kita harus waspada,” ujar Masruri.

Warga Akui Sudah Terbiasa

Selain terdampak guyuran hujan abu vulkanik Merapi, warga yang tinggal di kawasan rawan bencana (KRB) 3 Merapi juga kerap mendengar suara gemuruh dan merasakan getaran dari puncak Merapi.

Sutar (66) warga Dukuh Ngadirojo, Desa Stabelan, Kecamatan Selo merasakan getaran dan mendengar suara gemuruh dari puncak Merapi, Senin pagi (16/8/2021).

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved