Berita Boyolali Terbaru
Wisata Religi Boyolali : Makam Syech Maulana Ibrahim di Kaki Gunung Merbabu
Sudah menjadi rahasia umum, jika makam-makam keramat diyakini memiliki banyak manfaat.
Penulis: Tri Widodo | Editor: Adi Surya Samodra
“Poro-poro (pejabat/ calon pejabat) biasanya datang saat pilihan (pemilihan kepala daerah),” tuturnya.
Baca juga: Sudah Tunggu Berjam-Jam, Warga Kecele, Presiden Jokowi Batal Ziarah ke TPU Bonoloyo Solo
Baca juga: Tahapan Lengkap Seleksi Kompetensi PPPK Solo 2021, Tahap I Dimulai Senin 13 September 2021
Setelahnya, hanya ada satu dua atau beberapa peziarah yang datang ke makam ini.
Dia menyebut tak seluruh peziarah memiliki niat bagus dengan hanya mengharap kepada tuhan yang maha esa saja, namun ada juga yang berniat lain.
Misalnya untuk memperoleh kesuksesan, memiliki harta banyak dan lain sebagainya.
“ Ya pasti ada to mas. Namanya juga orang banyak, niatnya (berziarah) juga bermacam-macam,” ucapnya.
Di kompleks Makam Syech Maulana Ibrahim juga terdapat batu nisan tokoh penyebar agama Islam lainnya.
Yakni Maghribi Dewi Nawangwulan, Ki Ageng Pantaran, Ki Ageng Mataram dan Ki Ageng Kebo Kanigoro.
Pada hari jumat pada bulan Suro (penanggalan Jawa) dilakukan tradisi buka Luwur atau penggantian kain penutup makam.
Setelah penggantian kain acara dilanjutkan dengan pembacaaan dzikir dan tahlil yang kemudian tradisi kenduri yang membagikan makanan kenduri yang diyakini bisa dialap berkahnya. Tradisi itu sampai saat ini masih ada dan terus dilestarikan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/wisata-religi-pantaran-boyolali.jpg)