Breaking News:

Berita Wonogiri Terbaru

Kisah Haru Ibu Hamil di Wonogiri Kontraksi saat Uji Kompetensi PPPK, Usai Tes Kelar Lalu Melahirkan

Peserta ujian bernama Chintya Kesuma Pratingkas (27) harus menjalani uji kompetensi seleksi PPPK dalam keadaan hamil tua.

Penulis: Erlangga Bima Sakti | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Dok Cahyo
Penampilan Chintya Kesuma Pratingkas (27) saat akan menjalani uji kompetensi seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Wonogiri dalam keadaan hamil tua dan kondisi terbarunya melahirkan. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Kisah haru terjadi saat uji kompetensi seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Wonogiri.

Ya, peserta ujian bernama Chintya Kesuma Pratingkas (27) harus menjalani uji kompetensi seleksi PPPK dalam keadaan hamil tua pada Senin (13/9/2021).

Wanita asal Dusun Mlopo, Desa Mlopoharjo, Kecamatan Wuryantoro, Wonogiri itu mendaftar formasi guru kelas di SD Negeri 1 Wuryantoro.

Di SD tersebut ia diketahui telah mengabdi sejak tahun 2017 untuk mencoba menjadi pegawai.

Baca juga: Bupati Jekek Larang Sekolah di Wonogiri Wajibkan Siswa Beli Seragam Baru, Jika Nekat Ini Akibatnya

Baca juga: Lowongan Besar-besaran di Wonogiri : Dibutuhkan 485 Orang untuk Calon Perangkat Desa, Ini Aturannya

Tepat sebelum menjalani tes, ia memeriksakan kandungannya, tetapi ternyata setelah diperiksakan perutnya diketahu sudah dalam keadaan pembukaan serviks.

"Memang saat tes sudah mendekati hari perkiraan lahir (HPL) yang jatuh di tanggal 23 September ini," aku Chintya kepada TribunSolo.com, Selasa (14/9/2021).

Namun hasil konsultasi dengan dokter ia mengaku diperbolehkan mengikuti tes uji kompetensi itu karena masih seminggu lebih seharunya.

"Awalnya bimbang, kalau tidak berangkat kok kesempatan tidak datang dua kali, sedangkan kalau berangkat kesannya saya egois dengan anak saya tapi bismillah saja," kata dia.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Chintya memang sudah mengalami kontraksi sejak dua hari sebelum pelaksanaan tes, yakni pada Sabtu (11/9/2021).

Selama menjalani tes, terkadang ia mengalami sakit yang luar biasa, beberapa kali ia sempat kehilangan fokus.

Namun itu diakalinya dengan izin keluar ruang ujian sebentar.

"Kalau dipakai berjalan agak kurang sakitnya, kan itu tidak terus menerus, kadang hilang, kadang datang lagi," jelasnya.

Chintya juga mengaku selama mengerjakan tes, ia beberapa kali mengajak berdialog anak di dalam kandungannya.

"Saya bilangi anak saya itu, dek mama mengerjakan tes ya, nanti keluarnya habis mama mengerjakan ya," aku dia.

"Eh setelah mengerjakan lahir," imbuhnya dengan tertawa.

Akhirnya, perjuangan Chintya bersama anak dan suaminya tak sia-sia.

Dia melahirkan anaknya pada pukul 21.10 WIB di Rumah Sakit Mulia Hati Wonogiri dengan bantuan operasi sesar.

"Alhamdulillah pastinya senang, kayak dapet jackpot, sehari dapat dua hadiah yang indah," terang dia.

"Rasanya perjuangan saya dibayar setimpal," imbuh Chintya.

Anak pasangan Chintya dan Cahyo itu berjenis kelamin perempuan.

Saat lahir, berat badannya 2,9 kilogram dan tinggi badan 49 centimeter.

"Inara Kamilia Bestari namanya," tutur dia.

Baca juga: Reaksi Gibran Baru 7 Bulan Jadi Wali Kota Sudah Dirayu Maju Pilgub Jakarta : Saya Fokus di Solo Dulu

Baca juga: Ini Potret Korban Arisan Online di Solo Lapor Polisi, Sebut Uangnya Rp 25 Juta Lenyap Entah di Mana

Perjuangan Mengharukan

Menurut sang ayah Cahyo, nama itu memiliki arti anak perempuan yang selalu bertumbuh cerdas dan berbudi baik.

Dia menceritakan, sebenarnya istrinya sudah mengalami kontraksi sejak Sabtu (11/9/2021) malam.

Padahal istrinya dijadwalkan untuk menjalani uji kompetensi pada hari Senin (13/9/2021) di SMA Negeri 1 Wonogiri pukul 08.00 hingga 10.50 WIB.

"Hari Sabtu udah terasa, karena memang sudah dekat HPLnya yang ada di tanggal 23. Lalu di hari Minggu sempat galau mau ikut tes apa tidak," jels dia.

Pada hari pelaksanaan tes, ia mengaku bahwa pada jam 05.00 WIB sudah sampai di Klinik Persalinan yang ada di Wonogiri untuk kontrol kandungan.

Ternyata setelah diperiksakan, hasilnya menunjukkan bahwa istrinya sudah pembukaan satu.

"Saya konsultasi ke dokternya katanya tidak apa-apa, kalau jadwal tes sampai jam 10.50 masih memungkinkan. Lagi pula jarak tempat tes dengan klinik juga tidak jauh, untuk berjaga kalau ada sesuatu," ungkapnya.

Mengantongi izin dokter itu, ia dan istrinya segera meluncur ke tempat tes.

"Sampai di sana sekitar pukul 06.00 WIB," aku dia.

Setelah melakukan registrasi dan keperluan lain, ia segera mengantar istrinya untuk masuk ke ruang tes di lantai tiga.

"Saya pikir ada prioritas untuk ibu hamil atau orang sakit, ternyata harus sesuai dengan ruangan yang ditentukan," terang dia.

"Tapi respon panitia bagus, istri boleh naik dulu karena hamil, saya juga boleh menunggu di depan ruang tes," jelasnya.

Selama pelaksanaan tes, aku Cahyo, istrinya beberapa kali mengalami kesakitan, tetapi kondisi itu diakali dengan izin keluar untuk ke toilet.

"Katanya kalau dipakai jalan kan sakitnya berkurang," imbuhnya.

Istrinya berhasil menyelesaikan tes pada pukul 10.00, lebih cepat 50 menit dari waktu yang disediakan.

Namun melihat kondisi akan segera melahirkan, panita dan dinas mengizinkan Chintya untuk meninggalkan ruang tes terlebih dahulu.

"Pas di klik selesai, hasil tes istri saya Alhamdulillah diatas passing grade," jelasnya.

Setelah selesai, ia dan istrinya pulang ke rumah, namun belum lama dirumah, sekitar pukul 12.00 WIB air ketuban istrinya sudah pecah.

Cahyo kembali mengantarkan istrinya ke klinik yang ada di Kecamatan Wonogiri.

Ia dan istrinya sampai di klinik jam 13.00 WIB.

"Sampai sekitar jam 4 adek bayi tidak bisa keluar, akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Mulia Hati Kelahiran akhirnya dibantu dengan proses sesar," jelasnya.

Kabid Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wonogiri Retno Puspitorini membenarkan bahwa ada peserta tes yang mengalami kontraksi saat menjalani uji kompetensi.

Ia mengaku sebelumnya telah menerima laporan mengenai adanya peserta yang mengalami kontraksi karena itu, tenaga medis dari puskesmas disiagakan.

"Terharu melihat perjuangan sebagai calon ibu sekaligus peserta tes. Suaminya juga sampai menunggu," kata Retno. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved