Berita Sukoharjo Terbaru
Muncul Prediksi Gelombang Ketiga Covid-19, Dinkes Sukoharjo Akui Waspada, Meski Kini Ada Kelonggaran
Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo meminta petugas waspada terhadap prediksi gelombang ketiga Covid-19.
Penulis: Erlangga Bima Sakti | Editor: Asep Abdullah Rowi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo meminta petugas waspada terhadap prediksi gelombang ketiga Covid-19.
Kepala Dinkes Sukoharjo, Yunia Widayati mengatakan berulang kali pihaknya selalu diingatkan tentang ancaman munculnya gelombang ketiga.
"Berulang kali kami diingatkan oleh Satgas Nasional dan Satgas Provinsi untuk terus waspada terhadap munculnya gelombang ketiga," kata dia kepada TribunSolo.com.
Hal tersebut berangkat dari adanya peningkatan mobilitas masyarakat di tengah melandainya kasus Covid-19 khususnya di Sukoharjo.
Baca juga: Terungkap ! Harga Bus Persis Solo & AHHA PS Pati di Atas Rp 1 Milliar, Tapi Standard Bus Wisata
Baca juga: Malming Kelabu, Niat Mau Ngopi Justru Berurusan dengan Polisi Karanganyar karena Pakai Knalpot Brong
Ia menilai, lonjakan kasus setelah momen libur natal dan tahun baru serta lebaran kemarin menjadi pelajaran berharga bagi pihaknya.
Dengan begitu, aku Yunia, Pemkab Sukoharjo tetap gencar melakukan kampanye kepada masyarakat terkait kepatuhan terhadap prokes.
"Misalnya saat Ibu Bupati atau Forkompimda lain saat meninjau acara vaksinasi atau acara publik, selalu mengingatkan masyarakat untuk patuh terhadap prokes," ungkapnya.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Sukoharjo itu tak menampik bahwa saat ini pihaknya memberikan kelonggaran di sejumlah sektor.
Kelonggaran itu bertujuan untuk pemulihan ekonomi masyarakat Sukoharjo dan sekitarnya.
Namun begitu, penerapan prokes yang ketat tetap dilakukan agar ekonomi berjalan dan penularan bisa ditekan.
"Saat ini kita belum zero kasus, masih ada beberapa kasus lama dan kasus baru yang lain. Untuk itu, tracing dan testing tetap kita lakukan, terbukti data testing kita yang tinggi," imbuhnya.
Berdasarkan data yang dihimpun TribunSolo.com dari website corona.sukoharjokab.go.id hingga 23 September 2021, jumlah spesimen yang diambil mencapai 89.782 sampel.
Klaster di Sekolah
Munculnya klaster Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di wilayah Jawa Tengah membuat semua pihak melakukan antisipasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/ilustrasi-seorang-pasien-covid-19-berbincang-dengan-pembatas-plastik-di-r.jpg)