Berita Sragen Terbaru

Orang Dekat Jokowi Jamin UMKM Akan Dibantu Permodalan, Setelah Hancur Lebur karena Pandemi Covid-19

Setelah kasus covid-19 di Indonesia melandai, pemerintah kini tengah menyiapkan peralihan dari pandemi menjadi endemik.

Tayang:
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Septiana Ayu
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki di Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, Selasa (28/9/2021). 

Teten meninjau proses produksi kerajinan mebel di bengkel milik Sumardi, dengan didampingi oleh Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati.

Baca juga: Menteri Teten Kunjungi Sragen, Bangun Factory Sharing di Gemolong, Alokasikan Rp 13 Miliar

Baca juga: Viral Para Menteri Foto Bareng Tanpa Masker, Begini Kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki

Tampak saat itu Teten memuji produk mebel yang dihasilkan Sumardi, yang memiliki desain bagus dan memiliki nilai seni yang tinggi.

Dia lantas mencoba dan duduk di kursi yang dibikin perajin.

Teten Masduki mendorong kepada semua pengrajin mebel untuk tidak lagi menghasilkan produk dalam jumlah banyak.

"Ke depannya kita dorong bukan lagi mass furniture melainkan lebih ke art furniture, sebenarnya karya pengrajin ini juga sebuah karya seni," kata dia kepada TribunSolo.com.

Hal itu dikarenakan, saat ini pasar ekspor cenderung memilih custom product, atau produk sesuai permintaan.

Selain itu, dengan mengusung konsep karya seni, diharapkan mebel yang dihasilkan para pelaku UKM mampu bersaing di pasar global.

Teten Masduki mengungkapkan saat ini, produk UKM di Indonesia belum banyak yang bisa diekspor.

"Ekspor produk UMKM kita masih rendah, karena sekarang ini belum terhubung ke industri, seperti China dan Korea Selatan," ujar dia.

"Maka itu yang harus dibenahi ekosistem UMKM menjadi rantai pasokan di industri," kata dia.

Baca juga: Pandemi, Pantai Sembukan Wonogiri Diburu Pengunjung untuk Ritual, Ramai saat Selasa & Kamis Kliwon

Airlangga ke Klaten

Perayaan Yaa Qowiyyu di tahun 2021 dilaksanakan di Makam Ki Ageng Gribig, Kelurahan/Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Jum'at (24/9/2021).

Berbeda dengan beberapa tahun lalu, tradisi tahunan ini, meniadakan grebeg apem dan menggantinya dengan pembagian apem melalui ojek online.

Menko bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, perayaan Yaa Qowiyyu di tahun ini berbeda dengan sebelumnya karena masih pandemi.

Baca juga: Ditanya Soal Kabar Aziz Syamsuddin Jadi Tersangka Korupsi, Airlangga: Ini Lihat Pertanian Dulu 

Baca juga: Ketika Menko Airlangga Ikut Sholawatan di Solo, Bersama Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf   

"Sebelum pandemi, di sini ada grebeg apem,  sehingga untuk saat ini dalam prokes tidak memungkinkan untuk dilakukan," kata Airlangga Hartarto, kepada TribunSolo.com, Jum'at (24/9/2021).

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved