Berita Boyolali Terbaru

Sejarah PKI di Boyolali, Ada Sosok Suali Dwidjo S: Pernah Jadi Bupati dan Dieksekusi Mati 

Pengaruh PKI di Boyolali bisa dibilang kuat pada masa tahun 1958. Saat itu, tokoh partai komunis di Boyolali bahkan menjabat sebagai Bupati. 

Penulis: Tri Widodo | Editor: Ryantono Puji Santoso
WIKIPEDIA
Ilustrasi: Poster film Pengkhianatan G30S/PKI. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Pengaruh PKI di Boyolali bisa dibilang kuat pada masa tahun 1958. 

Saat itu, tokoh partai komunis di Boyolali bahkan menjabat sebagai Bupati. 

Adalah Suali Dwidjo S, yang pernah menjabat sebagai Bupati Boyolali mulai tahun 1958 sampai berakhir PKI pada tahun 1965.

Baca juga: Kumpulan Kata Bijak Soeharto untuk Menyambut Peringatan G30S PKI, Bisa Buat Update Status

Baca juga: Sosok Kades Jenar Sragen, Pembuat Baliho yang Sebut Enak Zaman PKI & Pasang Foto Bermasker di Kepala

Pegiat sejarah Boyolali, R Surojo mengatakan, dahulu pernah ada pimpinan PKI Boyolali yang menjadi Bupati.

Namun begitu pemberontakan PKI ini pecah pada tahun 1965, Suali pun langsung diberhentikan dan dieksekusi.

"Pak Suali (Dwidjo S) itu komunis. Pimpinan Komunis di Boyolali," kata pegiat sejarah Boyolali, R Surojo.

Baca juga: Ungkap Kemarahan Tolak RUU HIP, Massa Bakar Bendera PKI Berlambang Palu Arit di Depan Gedung DPR RI

Menurutnya, Suali diangkat sebagai Bupati Boyolali di tahun 1958.

Dia menggantikan Bupati sebelumnya, M Sastro Handjojo (1951-1958). 

"Tahun 1965 terjadi pemberontakan PKI. Kebetulan Bupati Boyolali saat itu Suali yang merupakan pimpinan Komunis di Boyolali. Kemudian Pak Suali diberhentikan dan dieksekusi (mati)," jelas Surojo.

Baca juga: Cerita tentang Sayur Genjer, Makanan Wong Cilik yang Diidentikkan dengan Idelogi PKI saat Orde Baru

Mengenai eksekusi Suali ada tiga versi yang menyebutkan lokasi eksekusi Suali.

Versi pertama, Suali dibereskan di wilayah Kampung Randualas, Boyolali Kota.

Lalu ada versi lain yang menyebut jika eksekusi Suali dilakukan di wilayah Kecamatan Musuk dan berakhir di sebuah tempat yang ada di sekitar Desa Karangnongko.

"Mengenai lokasi ini masih perlu pendalaman lagi. Musti meneliti lagi referensi yang sudah ada," ujarnya.

Meski begitu, lanjutnya eksekusi Suali ini banyak dilihat masyarakat umum pada saat itu.

Tidak seperti pimpinan PKI Aidit yang di eksekusi ditempat khusus oleh prajurit.

"Eksekusi Suali yang di seret pakai Mobil itu banyak dilihat oleh masyarakat umum," ujarnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved