Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Cerita Pelaku Usaha Batik Solo: Dihantam Corona, Mobil dan Motor Terpaksa Dijual Selamatkan Usaha

Corona memang bikin banyak usaha macet.Tak terkecuali bagi pengusaha batik di Solo ini. Mereka sangat terdampak pandemi Covid-19. 

TribunSolo.com
Pengusaha Batik Solo Gunawan Setiawan, Sabtu (2/10/2021) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Fristin Intan Sulistyowati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Corona memang bikin banyak usaha macet. Tak sedikit dari pengusaha yang tak kuat menahan gelombang Corona gulung tikar. 

Tak terkecuali bagi pengusaha batik di Solo ini. Mereka sangat terdampak pandemi Covid-19. 

Baca juga: Kisah Sukses Soni Suharyono, Ubah Pandemi Jadi Kekuatan, Bisa Bikin 6 Cabang Kedai Kopi Cold N Brew

Baca juga: Kisah Sukses Kedai Kopi di Solo : Bisa Buka 6 Cabang Selama Pandemi Covid-19

Pengusaha Batik Solo Gunawan Setiawan sekaligus Ketua Paguyuban Kampung Batik Kauman sangat terpukul oleh Corona. 

"Sebelumnya nol tidak ada pemasukan, paling ada Rp 50 ribu saja di satu hari," ungkapnya kepada Tribunsolo.com, Sabtu (2/10/2021).

Tak hanya, tidak adanya pemasukan hingga banyak pelaku usaha batik juga menjual aset mereka.

"Menang masih ada yang berjualan, tapi untuk bertahan kami menjual motor dan mobil. Contohnya saya juga jual mobil dan motor operasional supaya usaha tetap berjalan," ujarnya.

Gunawan menambah gempuran pandemi Covid-19, terpaksa membuat dirinya memotong gaji Karyawan.

"Gaji kami kurangin, sesui kesepakatan saat rapat bersama. Pengurangan dari 20-30 persen tidak sampai 50 persen," ujarnya.

Namun setelah adanya penurunan level PPKM 4, menjadi PPKM level 3 pemasukan dalam usahanya mulai kembali lagi.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved