Berita Solo Terbaru
Tiga ASN Solo Nongkrong Sandalan saat Jam Kerja, Gibran Marah, Pastikan Beri Sanksi
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka geram dengan tindakan yang dilakukan 3 ASN di Solo. Tiga ASN ini makan saat jam kerja, mereka juga nongkrong.
Penulis: Fristin Intan Sulistyowati | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Fristin Intan Sulistyowati
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka geram dengan tindakan yang dilakukan 3 ASN di Solo.
Tiga ASN ini makan saat jam kerja, mereka juga nongkrong.
Gibran mengatakan, melihat sendiri para ASN makan saat jam kerja, Senin (4/10/2021).
Baca juga: Ada Insiden, Gibran Sindir AHHA PS Pati Milik Atta Halilintar : Yang Profesional,Dibatalkan Ya Marah
Baca juga: Momen Gibran dan Rudy Tertawa Bersama, Wali Kota Solo Dapat Ucapan Selamat Ultah
Para ASN tersebut makan di warung belakang Balai Kota Solo sekitar pukul 10.00 WIB.
Kebetulan saat itu Gibran keluar dari Balai Kota lewat pintu belakang sebelah utara.
Itu saat dia hendak meninjau program vaksinasi bersama anggota DPR RI, Aria Bima di Pura Mangkunegaran.
Baca juga: Solo Jadi Awal Gerakan BangkitBersama : Gibran Berharap GoTo Bisa Menangkan UMKM di Solo
Mengetahui adanya ASN makan di jam kerja, Gibran pun langsung berbalik arah dan berhenti untuk menegur ASN tersebut.
"Makan pas jam kerja, sandalan tok (memakai sandal), Sanksinya biar diurus BKPPD (Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan), yang jelas jangan makan saat jam kerja,malah nongkrong," ujarnya kepada TribunSolo.com, Senin (4/10/2021).
Selain itu, Gibran mengaku sudah banyak menegur ASN Solo yang kedapatan melakukan pelanggaran yang sama
“Pasti ada sanksi biar diurus BKPPD. Tadi ada tiga orang. Ya, makan di jam kerja, ya enggak boleh, apalagi makannya di luar (lingkungan kantor). Saya lewat sana sendiri, saya tegur sendiri,” tutupnya.
Pantau Vaksinasi
Vaksinasi Covid-19 di Pura Mangkunegaran Solo terlihat ada momen kebersamaan antara Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dan Calon Raja Mangkunegaran, GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo, Senin (4/10/2021).
Pantauan di lapangan, Gibran datang ke Pura Mangkunegaran pada pukul 10.00 WIB.
Dia disambut oleh GPH Bhre Cakrahutomo.
Baca juga: Info Vaksin di Boyolali : Kuota Melimpah Ruah Bisa 100 Ribu Suntikan Per Hari, Mau Pilih di Mana?
Baca juga: Jangan Panik Saat Ada Razia Polisi, Puluhan Pengendara di Klaten Divaksin Saat Terjaring Razia
Vaksinasi kali ini diberikan untuk para penyitas Covid-19 di Solo.
Acara yang digelar Bale Rakyat Aria Bima, Mangkunegaran, dan HIPPNDO itu, menyiapkan total ada 1.000 dosis vaksin Sinovac.
Dari ribuan peserta yang melakukan vaksin, ada calon penerima vaksin yang merasa takut disuntik.
Dia adalah Ledy Diah hapsari.
Baca juga: Vaksinasi Pelajar dan Mahasiswa di Jateng Jadi Perhatian Kapolda, Polres Jajaran Lakukan Akselerasi
Ledy terlihat merangkul badan kerabatnya dan tidak berani melihat proses vaksinisasi secara langsung.
"Takut, kalau lihat jarum sama bayangi yang enggak-enggak juga," ungkap Ledy kepada Tribunsolo.com.
Ledy menambahkan pernah terkonfirmasi positif Covid-19 pada bulan Juni.
Baca juga: Sebanyak 131 Orang di Kebonarum Klaten Tolak Disuntik Vaksin Covid-19, Alasannya karena Keyakinan
Yang mengharuskan dirinya untuk menunggu vaksin, dan akhirnya bisa vaksin pada bulan Oktober ini.
"Semoga tidak ada masalah setelah vaksin, cuma ini agak pegal di bagian tangan," ujarnya.
Sekalian Pantau Renovasi
Sementara itu, Gibran dan Bhre Cakrahutomo juga melihat langsung proses vaksinasi tersebut.
Tak hanya itu, keduanya juga melihat proses renovasi dari Pura Mangkunegaran.
Lebih tempatnya renovasi di bagian pendopo Pura Mangkunegaran.

Bhre Cakrahutomo mengatakan, saat ini proses renovasi Pura Mangkunegaran berjalan lancar.
"Masih fokus perbaikan di pendopo Mangkunegaran dan perpustakaan," ungkapnya Senin (4/10/2021).
Target penyelesaian perbaikan pada akhir tahun 2021.
Proyek ini telah dikerjakan sejak bulan Mei 2021.
"Masih banyak yang harus diperbaiki, Jadi untuk sementara tidak ada kegiatan dan menyesuaikan aturan pemerintah saat pandemi Covid-19," ujarnya. (*)