Berita Wonogiri Terbaru
Pasar di Giritontro Wonogiri Terbakar, Ada 3 APAR Tetapi Tak Berfungsi, Sejumlah Kios Pun Ludes
Kebakaran menghanguskan sejumlah kios yang berada di Pasar Giribelah Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri, Sabtu (9/10/2021).
Penulis: Erlangga Bima Sakti | Editor: Asep Abdullah Rowi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti
TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Kebakaran menghanguskan sejumlah kios yang berada di Pasar Giribelah Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri, Sabtu (9/10/2021).
Informasi yang dihimpun TribunSolo.com, si jago merah mulai terlihat sekitar pukul 16.00 WIB.
Kepulan asap hitam juga terlihat dari arah pasar.
Kepala Desa Giribelah, Sukatmin membenarkan, tentang kejadian kebakaran yang membuat sejumlah kios porak-poranda.
"Kejadian cepat, warga yang tahu langsung berusaha memadamkan dengan alat seadanya, bahkan sempat meminta bantuan mobil yang tangki air bersih," kata dia.
Baca juga: Jelang Muktamar Ke-34 NU, PCNU Klaten Belum Terima Materi Acara, PCNU Boyolali Minta Satu Hal Ini
Baca juga: Pesan DPP Pasoepati Jelang Persis Solo vs PSIM Jogja: Tidak Ada Konvoi, Tetap Tonton dari Rumah Saja
Camat Giritontro Fredy Sasono menjelaskan bahwa pemadaman api berlangsung selama satu jam lebih.
Ada banyak pihak yang membantu upaya pemadaman itu, mulai dari warga, TNI Polri dan Damkar.
"Tidak ada korban jiwam tadi juga sempat menggunakan tiga tabung APAR tapi tidak mampu," jelas dia.
"Selain itu ada juga dengan selang air tapi alirannya kecil," kata dia.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Wonogiri Joko Santosa mengatakan ada beberapa kios yang terdampak kebakaran.
Namun yang paling parah satu kios yakni milik Misdi, yang menjual alat rumah tangga seperti ember plastik dan lainnya.
"Di duga penyebab kebakaran ini karena konsleting listrik," ungkap Joko.
Kapolres Wonogiri AKBP Dydit Dwi Susanto melalui Kasubsi Penmas Polres Wonogiri Aipda Iwan Sumarsono memastikan tidak ada korban jiwa akibat kebakaran itu.
Namun berdasar informas, insiden itu menyebabkan kerugian hingga Rp 100 juta.
Selain kios milik Kisdi, lapak milik Sukini dan Darmono juga terdampak, keduanya menjual bumbu dapur.
"Kerugian kios Bu Sukini ditaksir Rp 3 juta, kalau milik Pak Darmono ditaksir Rp 1 juta," aku dia.
Derita Pedagang di Sragen
Pasca terbakar pedagang di Pasar Janglot, Kecamatan Tangen Kabupaten Sragen akan segera kembali membuka lapaknya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sragen, Tedi Rosanto mengatakan pedagang bersedia mengeluarkan dana pribadi untuk memperbaiki pasar.
"Sudah musyawarah dengan pedagang, intinya mereka siap swadaya sendiri, mereka meminta agar pasar bisa dibersihkan dari puing-puing yang terbakar," katanya kepada TribunSolo.com, Selasa (28/9/2021).
Baca juga: Capaian Vaksinasi di Solo Tercoreng,Wali Kota Gibran Ungkap Ternyata Ada Warga Tolak Disuntik Vaksin
Baca juga: Sejarah Pasar Janglot : Pasar Terbesar di Tangen Sragen, Usianya Lebih Seperempat Abad
Selain itu, pedagang juga meminta untuk diberikan keringanan bahkan kebebasan penarikan retribusi.
"Keringanan retribusi sudah disampaikan Disperindag ke Bupati, nanti tinggal keputusan Bupati seperti apa," imbuhnya.
Revitalisasi Pasar Janglot menurut dia, belum bisa dilakukan dalam waktu dekat dikarenakan terbentur alokasi dana.
Diperkirakan, revitalisasi Pasar Janglot tidak akan dilaksanakan pada tahun 2021 bahkan tahun 2022.
"Revitalisasi pasar belum bisa dilakukan tahun ini dan tahun depan, untuk tahun depan baru kita ajukan DED (Detail Engineering Design)," paparnya.
Terkait lokasi revitalisasi, Disperindag Kabupaten Sragen masih akan mengkaji, apakah akan dipindah atau tetap sama.
"Karena didepan pasar juga ada sekolah, keluhan dari masyarakat aktivitas di pasar dianggap mengganggu, itu juga yang akan menjadi pertimbangan kita," jelasnya.
Pilunya Pedagang
Sudah hampir dua tahun dihantam pandemi, pedagang di Kabupaten Sragen harus merasakan pilu berkelanjutan.
Padahal kini sudah mulai bangkit setelah status PPKM turun, tapi tempat mengais nafkah di Pasar Janglot, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen ludes terbakar, Sabtu (25/9/2021) tengah malam.
Terlebih saat pedagang sudah terlarut tidur, karena kobaran pada 23.30 WIB itu baru bisa dipadamkan pada Minggu (26/9/2021) pagi.
Potret di lokasi pun menyayat hati, karena banyak pedagang kebingungan mendapati kiosnya jadi abu, ada yang mengais barang-barang yang tersisa hingga perjuangan pemadam.
Berikut ini foto-fotonya :
Kerugian Rp 4 Miliar
Pasar Janglot, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen kini hanya menyisakan puing-puing sisa kebakaran.
Pasar tradisional itu ludes dilalap si jago merah pada Sabtu (25/9/2021) malam.
Sebanyak 57 kios hangus terbakar.
Nampak, pedagang masih mengais barang-barang sisa kebakaran Pasar Janglot.
Mereka mencari barang dagangan mereka yang bisa diselamatkan.
Baca juga: 57 Kios di Pasar Janglot Sragen Ludes Terbakar, Barang Dagang Banyak yang Tidak Bisa Diselamatkan
Baca juga: Kesaksian Pedagang Pasar Janglot Sragen: Kios Ludes Terbakar, Rugi Puluhan Juta
Dari pantauan dilapangan, selain pedagang, petugas pemadam kebakaran juga masih melakukan pendinginan.
Kapolsek Tangen, AKP Moh Zaeni mengatakan, dugaan awal kebakaran pasar ini akibat konsleting listrik.
Kemudian, api cepat membesar dikarenakan sebagian besar los terbuat dari kayu.
"Api membesar karena sebagian besar los terbuat dari kayu, selain itu juga barang dagangan yang sebagian besar merupakan makanan kering, sehingga api cepat menjalar," jelasnya.
Akibat kejadian ini, kerugian ditafsir mencapai Rp 4,1 miliar.
Api mulai terlihat sekira pukul 23.30 WIB, dan baru bisa dipadamkan pukul 03.30 WIB.
Sebanyak delapan mobil pemadam kebakaran, enam mobil tengki air dikerahkan untuk menjinakan api.
Salah satu pedagang, Mugiyono mengatakan ia hanya bisa pasrah, melihat sebagian kiosnya sudah terbakar.
"Saya datang kesini, sekitar jam 23.45 WIB, kios bagian kiri itu sudah terbakar, langsung saya coba selamatkan yang masih bisa diselamatkan," katanya.
Mugiyono pertama kali mengetahui kebakaran, saat melihat adanya kobaran api yang berasal dari pasar.
Saat tiba di pasar, Mugiyono mendapati sebagian kios dan pasar miliknya, sudah terbakar.
Sebagian barang dagangannya pun tidak bisa diselamatkan, termasuk uang yang ditinggal didalam kios.
"Di kios saya ada 3 celengan, ya buat bantu sekolah cucu, 2 diantaranya sudah habis, untungnya isinya bukan uang pecahan yang besar, yang uang nilainya besar, masih bisa diselamatkan," jelasnya.
Baca juga: Muncul Prediksi Gelombang Ketiga Covid-19, Dinkes Sukoharjo Akui Waspada, Meski Kini Ada Kelonggaran
Meski begitu, kerugian yang dialami Mugiyono ditaksir mencapai belasan juta rupiah.
"Kalau diperkirakan lebih dari Rp 10 juta, bisa sampai Rp 30 juta," pungkasnya.
Sembari menyelamatkan barang dagangan yang masih tersisa, Mugiyono juga membantu pedagang lainnya, untuk mengevakuasi barang dagangan yang masih bisa diselamatkan.
Sementara itu, pedagang yang lain Dwi Widayati mengatakan kejadian tersebut langsung membuat pedagang panik.
"Tengah malam saya dikabari orang, katanya pasar kebakaran, saya langsung datang kesini, untuk menyelamatkan barang saya," katanya.
"Semua pada kesini, pada panik, geger, karena api cepat membesar," tambahnya.
Dwi sendiri memiliki kios, yang berdekatan dengan kios yang terbakar pertama kali.
"Saya datang kesini, langsung menyelamatkan barang dagangan saya, untung nggak sampai terbakar," ujarnya.
Baca juga: Kronologi Kebakaran Pasar Janglot Sragen: Diduga Konsleting Listrik, Api Menyambar Tabung Gas
Menurutnya, api berasal dari salah satu kios yang korslet, yang kemudian membesar setelah menyambar tabung gas yang berada di salah satu los.
"Awalnya dari kios disebelah timur itu, kemudian membesar merembet ke sebalah utara, membentuk letter L," jelasnya.
"Kemungkinan api membesar, karena disitu juga ada tabung gas, katanya sempat ada ledakan," imbuhnya.
Hingga Minggu (26/9/2021) pagi, pedagang masih sibuk menyelamatkan barang yang masih bisa diselematkan.
Selain itu, pedagang juga mulai membersihkan sisa-sisa kebakaran yang menghanguskan los dan barang dagangan itu. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/petugas-memadamkan-kobaran-api-di-pasar-giribelah-kecamatan-giritontro.jpg)