Breaking News:

Berita Wonogiri Terbaru

Masih Ada Titik Rawan Longsor, Jalan Lingkar Kota Wonogiri Belum Difungsikan Penuh

Meski beberapa waktu lalu sudah dilakukan simulasi penggunaan, namun Jalan Lingkar Kota (JLK) Wonogiri belum akan difungsikan dalam waktu dekat ini.

TribunSolo.com/Erlangga Bima Sakti
Bupati Wonogiri Joko Sutopo. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Meski beberapa waktu lalu sudah dilakukan simulasi penggunaan, namun Jalan Lingkar Kota (JLK) Wonogiri belum akan difungsikan dalam waktu dekat ini.

Ada beberapa faktor yang membuat JLK belum akan digunakan, salah satunya masih terdapat ruas jalan yang rawan tertimpa tanah longsor.

Misalnya di belakang Polres Wonogiri, disana tercatat beberapa kali terjadi longsoran tebing hingga menutupi jalan.

Baca juga: Warga Boyolali Keluhkan Konvoi & Kebut-kebutan di Jalan Solo-Semarang, Polisi Akui Kucing-kucingan

Baca juga: Sering Dirazia, Jalan Ahmad Yani Kartasura Masih Digunakan Balap Liar, Kini Menelan Korban Jiwa

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo mengatakan, kendala yang dialami saat ini adalah belum ada persetujuan atas permohonan perluasan lahan milik Perhutani.

"Akan kita revitalisasi, untuk meminimalisir dampak longsor dan dampak lain. Sebelah Polres itu kan terlalu mepet ke jalan," kata dia, Selasa (12/10/2021).

Bupati mengaku pihaknya tak mau ada kejadian yang tak diinginkan saat terjadi tanah longsor. Sehingga JLK belum akan difungsikan penggunaanya sampai permasalahan rawan longsor tertangani.

Baca juga: Manfaat Wedang Uwuh Bisa Untuk Meredakan Masuk Angin, Cocok Diminum Saat Perjalanan Jauh

Bupati yang akrab dengan sapaan Jekek itu  meminta kepada masyarakat untuk memahami kondisi ini. Sebab ini demi faktor keamanan bersama.

Meski demikian, kata dia, pihaknya telah memohon perluasan lahan untuk revitalisasi. Rencananya, akan dilakukan pemasangan bronjonng ataupun cor pada tebing rawan longsor.

"Paling tidak membutuhkan perluasan lahan, 10 meter di kanan kiri ruas jalan yang rawan longsor. Sampai saat ini kita masih menunggu persetujuan Perhutani," jelasnya.

Baca juga: Tia AFI 2 Dikunjungi Nia AFI dan Suaminya, Adit : Diajak Jalan-jalan Keliling Solo dan Kuliner Timlo

Lebih jauh, Jekek mengklaim apabila telah ada persetujuan dari Perhutani, revitalisasi tebing rawan longsor akan segera dilakukan menggunakan anggaran belanja prioritas.

Sebagai informasi, pada Kamis (7/10/2021) lalu dilakukan uji coba penggunaan JLK.

Kendaraan angkutan barang dan bus AKAP diarahkan untuk lewat di JLK mulai dari Bulusulur, Pencil dan Krisak, tidak melalui jalur kota. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved