Jawaban Gus Miftah saat Ditanya Dalil Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW

Gus Miftah lantas memberikan alasannya merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW meski hal itu kerap jadi perdebatan Umat Muslim.

Penulis: Hanang Yuwono | Editor: Rifatun Nadhiroh
Surya/Ahmad Zaimul Haq
Miftah Maulana Habiburrahman atau yang akrab dengan sapaan Gus Miftah, guru spiritual Deddy Corbuzier yang sempat viral karena dakwah di tempat hiburan malam, memberikan tausiah pada Tabligh Akbar bertema Spirit 1441 Hijriyah di Masjid Nasional Al Akbar, Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (6/9/2019). 

TRIBUNSOLO.COM -- Selasa (19/10/2021) sebagian Umat Muslim merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Ada yang memperingatinya dengan puasa dan sejumlah acara lainnya.

Di tengah pandemi Covid-19, sejumlah Umat Muslim juga berbagi ucapan selamat Maulid Nabi Muhammad SAW.

Salah satu yang turut memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW adalah Gus Miftah.

Baca juga: Kumpulan Link Twibbon Ucapan Selamat Maulid Nabi Muhammad SAW, Dilengkapi Cara Membuatnya

Baca juga: 25 Ide Ucapan Selamat Maulid Nabi Muhammad SAW, Cocok Dikirim di Media Sosial

Pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji ini pun tak menampik kerap ditanya soal dalil Maulid Nabi Muhammad SAW.

Melalui akun Instagramnya, Gus Miftah lantas memberikan alasannya merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW.

"Saya sering ditanya apa dalil perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Bahkan ada sebagian orang yang mengatakan bid'ah, sesat, dan sebagainya," kata Gus Miftah.

"Mohon maaf saya jawab begini. Jika ada orang yang bertanya kepadamu: tolong carikan dalil shahih tentang Maulid Nabi Muhammad SAW," lanjutnya.

Pemilik nama asli Miftah Maulana Habiburrahman ini punya alasan mengapa ikut memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

"Maka saya dengan tegas menjawab: saya tidak butuh dalil untuk mencintai Rasulullah Muhammad SAW. Sebagaimana Rasulullah tidak memiliki syarat untuk mencintai umatnya," ucap Gus Miftah.

"Jika untuk mencintai Rasulullah SAW saja kita harus mencari dalil, masih pantaskah kita untuk mendapatkan syafaatnya? Maka saya mencintai Rasulullah SAW dan Maulid Nabi adalah bentuk cinta saya kepada Rasulullah," tambah dia.

Gus Miftah pun mempersilahkan Umat Muslim yang tidak sepakat dengannya.

Sebaliknya, ia menyebut dengan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW adalah caranya mencintai Rasulullah.

"Anda tidak setuju? Itu urusan Anda, tapi jangan ganggu caraku mencintai Nabi Muhammad," ungkapnya.

Lantas dalam caption yang ia unggah di Instagram, Gus Miftah mengutip sebiuah hadis.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved