Berita Karanganyar Terbaru
Reaksi Juliyatmono, Setelah Gibran Sebut Siswa SD di Solo yang Kena Covid Tinggal di Karanganyar
Mengomentari Gibran, Bupati Karanganyar Juliyatmono menyebut asal seorang siswa dalam klaster PTM di Solo tak perlu dipersoalkan.
Penulis: Desty Luthfiani | Editor: Aji Bramastra
TRIBUNSOLO, KARANGANYAR - Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, sempat menyinggung siswa di Kota Solo yang tertular Covid kebanyakan tinggal Karanganyar, bukan di Kota Solo.
Bupati Karanganyar Juliyatmono, pun buka suara.
Baca juga: Keputusan Wali Kota Solo Gibran Setelah Terjadi Klaster SD di Solo : PTM di Sekolah Lain Jalan Terus
Menurutnya, dalam sebuah mitigasi bencana, asal muasal seseorang, tidak perlu diangkat jadi sumber masalah.
Ia mengajak agar bisa bersama-sama mengatasi permasalahan pandemi ini dengan bijak.
"Berasal dari manapun tidak perlu diperdebatkan,"
"Mari kita cegah dan tangani dengan baik,"
"Sekolah manapun, baik di Solo maupun di Karanganyar, tetap di Indonesia. Mari fokus untuk membantu mereka segera sembuh, agar tidak menjadi klaster penularan berikutnya" ujar Juliyatmono kepada wartawan, Kamis (21/10/2021).
Juliyatmono juga mengingatkan, status Covid-19 di daerah Karanganyar sudah turun menjadi level 2.
Pemerataan vaksinasipun sudah digencarkan.
Ia mengklaim, kini pencapaian vaksin sudah lebih dari 80% hingga mencapai target 100%.
Sebelumnya ditemukan sejumlah siswa yeng positif Covid-19 di 4 sekolah dasar (SD) di Solo, saat berlangsungnya pembelajaran tatap muka atau PTM.
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming sempat mengatakan, banyak siswa yang terkena Covid, merupakan siswa yang tinggalnya di daerah administratif Karanganyar. (*)