Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Kuliner Solo

Camilan Ampyang Jawa, Kuliner Manis Khas Solo: Perpaduan Kacang, Gula dan Jahe

Camilan Ampyang khas Kota Solo, menjadi jajanan legendaris yang masih digemari sampai saat ini. Perpaduan dari kacang, gula, dan jahe.

Penulis: Fristin Intan Sulistyowati | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Fristin Intan Sulistyowati
Cemilan Khas Solo, Ampyang Jawa. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Fristin Intan Sulistyowati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Camilan Ampyang khas Kota Solo, menjadi jajanan legendaris yang masih digemari sampai saat ini.

Perpaduan dari kacang, gula, dan jahe memunculkan kenikmatan yang khas di lidah. 

Camilan manis berbahan kacang tanah dan gula merah ini juga banyak digemari masyarakat terutama untuk oleh-oleh.

Baca juga: Aturan PPKM Sudah Dilonggarkan, Sentra Kuliner Veteran Brigjen Katamso Sragen Masih Sepi

Baca juga: Kuliner Legendaris Khas Sragen : Sambal Tumpang Mbah Djami, Usaha Turun Temurun Sudah 3 Generasi

Namun, sekarang Ampyang tak hanya berbentuk pipih saja, ada yang berbentuk bulat.

Inovasi ini dilakukan oleh Brand Ampyang Jawa yang didirikan oleh Alif Arna Danan Abdul Faatir sejak tahun 2016 lalu.

Tak hanya inovasi bentuk, kualitas bahan dan citarasa juga ditekankan olehnya.

Baca juga: Potret Lebby Wilayati, Dulu Diorbitkan Dewi Perssik Jadi Artis, Kini Jalani Bisnis Kuliner Bakso Aci

"Biasanya ampyang membuat gigi ngilu karena terlalu banyak gula, kalau brand kami memiliki citarasa dominan kacang yang dipadu dengan gula dan jahe, jadi rasanya menjadi satu," ujarnya kepada TribunSolo.com, Sabtu (23/10/2021).

Untuk bahannya, Kacang diambil dari wilayah daerah pesisir waduk Gajah Mungkur dan Gula Jawa dari Kebumen.

"Ampyang milik saya jumlah kacang ganjil jadi lebih enak," ujarnya.

Baca juga: Tia AFI 2 Dikunjungi Nia AFI dan Suaminya, Adit : Diajak Jalan-jalan Keliling Solo dan Kuliner Timlo

Citarasa ini membuat pelanggan atau penikmat Ampyang Jawa semakin hari semakin bertambah.

"Pemasaran tak hanya di pusat oleh-oleh saja, tapi kami jual di toko-toko pulsa hingga lokasi potong rambut kami ambil pasar itu, kami juga lakukan ekspor juga," ujarnya.

Danan mengatakan, saat ini juga melakukan ekspor diberbagai negara.

"Kami kirim ke Arab Saudi, Jepang dan Korea, selain itu kami juga melakukan pemasaran lewat COD atau menggunakan market place juga," ujarnya.

Saat ini, omsetnya bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Selain mengembangkan cemilan Ampyang, Danan juga menjual Sambel Pecel khas Solo.

Baca juga: Kuliner Enak Tawangmangu Karanganyar, Iga Bakar dan Kopi Lawe: Olahan yang Menggoyang Lidah 

Harga setiap produknya berkisar Rp 8000 - 10.000 dalam satu kemasan Ampyang atau Sambel Pecel.

Tak hanya produk Kuliner, Danan juga berinovasi membuat Wisata Edukasi Ngepel Ampyang Ndeplok Sambel di Tegalasri, Bejen, Karanganyar.

"Kalau Wisata edukasinya gratis, tinggal datang melakukan aktivitas Ngepel Ampyang Ndeplok Sambel, cukup beli produk untuk sendiri saja," ujarnya.

Selain itu, Danan juga mengaku melakukan COD sendiri di area Solo Raya.

"Saya Sales Ampyang, mau pesan tinggal chat atau hubungi di media sosial atau market place Ampyang Solo langsung saya antar sampai depan pintu di Solo Raya," ujarnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved